Search
Close this search box.

Hujan Musim Dingin Ungkap Rapuhnya Hunian Warga Gaza, Enam Orang Tewas

Warga Gaza mengevakuasi barang-barang dari tenda pengungsian yang terendam banjir usai hujan lebat di Deir Al-Balah, Gaza Tengah, Selasa (13/01/2026). Hujan ekstrem menyebabkan rumah roboh dan menewaskan enam orang./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG — Hujan lebat yang mengguyur Jalur Gaza pada awal Januari 2026 kembali menyingkap kondisi rapuh hunian warga di wilayah tersebut. Curah hujan tinggi menyebabkan rumah-rumah sederhana roboh dan tenda pengungsian terendam banjir, menewaskan sedikitnya enam orang, termasuk bayi dan anak-anak.

Tragedi paling fatal terjadi di kawasan pesisir Kota Gaza. Lima orang dilaporkan meninggal dunia setelah bangunan tempat tinggal mereka runtuh akibat hujan deras yang berlangsung berjam-jam. Korban terdiri dari dua perempuan dan seorang anak perempuan.

“Kami menerima lima korban meninggal akibat rumah yang ambruk di dekat pantai Kota Gaza saat hujan deras,” ujar seorang petugas medis setempat, Selasa (13/01/2026).

“Korban tidak sempat menyelamatkan diri ketika bangunan runtuh.”

Korban jiwa juga jatuh di wilayah Gaza Tengah. Seorang bayi laki-laki berusia satu tahun meninggal dunia di Deir Al-Balah setelah tenda tempat tinggal keluarganya terendam air hujan dan tidak mampu menahan suhu dingin ekstrem.

“Bayi itu mengalami hipotermia setelah tenda mereka terendam banjir,” kata seorang petugas lokal.

“Cuaca berubah sangat cepat dan keluarga tidak punya perlindungan memadai.”

Hujan deras kali ini memicu kepanikan di antara warga yang selama berbulan-bulan tinggal di tenda-tenda darurat dan rumah semi permanen. Banyak keluarga terpaksa mengungsi di tengah malam untuk menghindari bangunan roboh dan genangan air yang terus naik.

“Situasinya sangat darurat. Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan seluruh barang mereka rusak terendam air,” ujar seorang relawan kemanusiaan yang terlibat dalam evakuasi.

“Kami berusaha mengevakuasi anak-anak dan lansia secepat mungkin.”

Pihak komunitas lokal menyebut keterbatasan infrastruktur dan minimnya bahan bangunan membuat warga tidak memiliki perlindungan yang layak menghadapi musim hujan. Bantuan darurat seperti selimut, makanan, dan tenda tambahan mulai disalurkan, namun jumlahnya masih terbatas.

Baca Juga :  Kebakaran Apartemen Mediterania Jakbar, 19 Orang Berhasil Dievakuasi

“Tim medis dan relawan bekerja tanpa henti untuk mencegah korban tambahan,” ujar seorang petugas kemanusiaan.

“Kami terus memantau cuaca karena hujan diperkirakan masih berlanjut.”

Hingga kini, identitas enam korban tewas belum diumumkan secara resmi. Para relawan kembali menyerukan bantuan kemanusiaan internasional untuk membantu warga Gaza menghadapi dampak cuaca ekstrem yang memperparah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :