VISI.NEWS – Tidak sedikit orang yang belum bisa membedakan antara rizki dan kekayaan serta tidak sedikit pula orang yang bertanya-tanya kenapa orang kafir lebih dimudahkan rezeki dibandingkan orang-orang muslim, bahkan yang sudah taat ibadah sekalipun.
“Ada yang bertanya pada saya. Ustad apa rezeki itu? Kenapa orang-orang kafir lebih dimudahkan rezeki daripada orang-orang yang ahli ibadah?,” ungkap Ustad Sopiana Hudri, S.Pd.I., saat memberikan tausiah Minggu (7/3/2021) subuh di Masjid Al Mutaqien, Komplek Bumi Baleendah Asri (BBA), Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Katanya, rezeki itu bukan hanya berupa harta atau kekayaan, tapi bisa dalam bentuk lainnya seperti kesehatan, kemudahaan beribadah, kemudahan mencari ilmu dan yang lainnya. “Rezeki itu ada yang bersifat umum ada yang khusus. Rezeki yang umum diberikan kepada semua orang. Siga urang maraban lauk, pan sanes lauk wungkul anu ka paraban. Aya lele, aya bangkong jeung nu sanesna. Komo bangkong mah leuwih loba meunang parabna. Kita oge mun diibaratkeun Alloh teh masihan rezeki, sanes urang Islam wungkul nu keningna tapi sadayana,” ungkapnya.
Sedangkan rezeki yang bersifat khusus diberikan kepada orang-orang yang memang dikehendaki oleh Allah SWT. Rezeki yang Allah berikan ini tidak hanya berupa materi tapi bisa berupa kemudahan-kemudahan. “Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan penuh atas pekerjaan mereka di dunia dan mereka di dunia tidak akan dirugikan,” ungkapnya mengutip dari salah satu ayat Al Quran.
Untuk kemudahan rezeki, menurut Ustad Sopiana Hudri, ada lima cara yang harus dilakukan.
Pertama, banyak beristigfar. Dalam QS Nuh ayat 10, katanya, Allah akan mengampuni mereka yang dengan sungguh-sungguh memohon ampunan. Dalam ayat itu menyebutkan, “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun,”.
Beristigfar itu, katanya, bisa doa istigfarnya Nabi Nuh,”Lailaha illaanta subhanaka ini kuntum minadzolimin. Atau doa istigfarnya Nabi Adam, Rabbanaa dzolamnaa anfusanaa wa inlamtaghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuu nanna minalkhosiriin. Atau doanya Rosulullah SAW, Allahumma Anta Rabbi, la ilaha illa Anta khalaqtani, wa ana ‘abduka, wa ana ala ahdika wawa’dika mastatha’tu, audzubka min syarrima shana’tu, abu’u laka bini’matika alayya wa abu’u laka bi dzanbi, faghfirli, fa innahu la yaghfirudzunuba illa Anta,”.
Kedua, banyak melakukan silaturrahmi, karena dengan seringnya melakukan silaturrahmi Allah menjanjikan akan dilapangkan rezeki. “Silaturrahmi dengan tetangga, dengan saudara, dan lainnya. Silaturrahmi itu bisa salat berjamaah di masjid, mengikuti kegiatan majelis taklim. Itu juga silaturrahmi,” ungkapnya.
Ketiga, banyak bersedekah. “Orang yang banyak bersedekah, akan dimudahkan rezekinya,” katanya.
Keempat, bertaqwa kepada Alloh SWT. Makin mendekatkan diri dengan cara lebih banyak ibadah, berzikir, dan amalan-amalan lainnya.
Kelima, dengan banyak berdo’a memohon kelapangan rezeki.
@asa