Ini Surgana Rumah Murah, Satu Unit Harganya Hanya Rp. 17.000,-

Rumah kuno di kota Laurenzana, Italia, yang dijual seharga Rp 17.000. ©Comune Laurenzana/CNN
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kota Troina di Sisilia baru-baru ini menjual sejumlah rumah terlantar di pasaran, sementara Mussomeli dan Zungoli hanyalah beberapa tempat menarik di negara Eropa yang telah meluncurkan skema serupa selama beberapa tahun terakhir.

Tetapi kota Laurenzana yang tidak berpenghuni, yang terletak di wilayah Basilicata Italia Selatan, mempermudah beberapa aturan untuk skema rumah murah, yang diluncurkan bulan lalu.

Aturan skema rumah murah di berbagai kota berbeda, skema rumah murah biasanya mengharuskan pembeli untuk menyerahkan jaminan deposit, biasanya antara 2.000 euro dan 5.000 euro atau sekitar Rp 34 juta dan Rp 85 juta yang dikembalikan kepada para pembeli saat perbaikan rumah mereka selesai.

Namun, mereka yang membeli salah satu rumah terlantar di kota kuno Italia ini tidak perlu menyerahkan deposit.

“Kami ingin membantu pendatang baru membeli rumah impian mereka tanpa mempersulit mereka untuk mengikuti prosedur yang membosankan dan persyaratan yang ketat,” jelas Wali Kota Laurenzana, Michele Ungaro kepada CNN, dikutip Jumat (12/3/2021).

“Terkadang sulit untuk mengarahkan melalui regulasi, terutama jika Anda orang asing. Kami ingin petualangan ini menyenangkan, bukan beban.”

“Makanya kami tidak meminta jaminan setoran untuk memastikan pengerjaan cepat selesai. Kedengarannya seperti ancaman. Kami mengandalkan itikad baik dan komitmen pembeli, tetapi kami akan terus memantau pekerjaan yang sedang berlangsung dan status renovasi.”

Pemerintah juga memilih untuk meminimalkan biaya dokumen, sementara pembeli juga akan mendapat manfaat dari pajak lokal Italia selatan yang relatif rendah.

Namun, seperti kebanyakan skema rumah 1 euro, pembeli harus setuju untuk menyelesaikan renovasi properti mereka dalam jangka waktu tertentu. Pengerjaan renovasi harus mulai tidak lebih dari tiga bulan setelah pembayaran dan harus rampung dalam tiga tahun.

Baca Juga :  Legislator Khawatir PSBB Hambat Kegiatan Santri di Pontren

Pembeli juga harus mengajukan detail rencana pengubahan gaya bangunan sebelum permintaan mereka dipertimbangkan. Bahkan, Ungaro merekomendasikan mereka yang tertarik mulai membuat proposal bahkan sebelum berhubungan dengan timnya.

“Jika kami dibanjiri surel dari orang-orang yang hanya mengatakan ‘Saya ingin membeli rumah seharga 1 euro’ tanpa rincian lebih lanjut, kami tidak akan mendapatkan apa-apa,” jelasnya.
“Target adalah yang terpenting. Akan sangat membantu dalam mempercepat proses jika pembeli yang tertarik langsung berhubungan dengan rancangan rencana tentang apa yang akan mereka lakukan dengan properti baru mereka dan berapa banyak uang yang mereka rencanakan untuk diinvestasikan dalam perancangan ulang.”

Rumah terlantar yang dijual di Laurenzana terdapat dalam berbagai ukuran dan jumlah pekerjaan perbaikan yang diperlukan juga berbeda dari satu properti ke properti lainnya.

Pangkas biaya akta pembelian

Orang yang telah mengajukan proposal diminta untuk menunjukkan ukuran rumah yang mereka minati dan menjelaskan akan mengubahnya menjadi jenis bangunan apa, apakah itu rumah musim panas pribadi, tempat usaha atau toko, sehingga wali kota dapat mengalokasikan properti yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Rumah yang tersedia berkisar dari 40 hingga 150 meter persegi.

Meskipun calon pembeli akan diberikan foto rumah pada kesempatan pertama, mereka harus mengunjungi properti itu sendiri untuk meresmikan penjualan.

Karena pembatasan perjalanan masih diberlakukan akibat pandemi Covid-19 dan sebagian Italia berada di bawah lockdown regional, kecil kemungkinan penjualan akan diproses dalam beberapa bulan ke depan.

Namun, Ungaro ingin membuat skema semenarik mungkin untuk memikat pendatang baru ke kota itu setelah perbatasan dibuka kembali.

“Kami juga senang bisa memangkas biaya akta pembelian,” ujarnya.

“Orang tidak perlu membayar notaris sebesar 2.000 euro (Rp 34 juta) untuk formalitas hukum seperti itu, kantor balai kota akan mengurusnya hanya dengan 300 euro (Rp 5 juta).”

Baca Juga :  Curah Hujan Tinggi, Banjir Bandang Terjang Kawasan Beko Bumi Wangi 

Saat ini, ada sekitar 10 rumah tua yang dibanderol dengan harga 1 euro.

Meskipun rumah-rumah itu telah ditinggalkan puluhan tahun lalu oleh keluarga yang bermigrasi untuk mencari masa depan yang lebih cerah, wali kota mengatakan kondisinya masih baik.

Sementara 40 bangunan kosong lainnya yang juga membutuhkan perawatan, membutuhkan pemilik baru untuk memperbaikinya.@mpa/mdk

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PBNU soal Hakekok: Tak Ada Agama Punya Ritual Mandi Bareng Pria-Wanita

Sab Mar 13 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Sejumlah pengikut aliran Hakekok Balakasuta diamankan pihak kepolisian usai ritual bugil mandi bareng di rawa viral di media sosial. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyebut tidak ada ajaran agama apa pun di Indonesia yang punya ritual mandi bareng. “Sependek pengetahuan saya, tidak satu pun agama di Indonesia […]