Search
Close this search box.

Inter Menang di Tengah “Pengungsian”, Chivu Tegaskan Kekuatan Lahir dari Dalam

Laga perempat final Coppa Italia antara Inter Milan vs Torino yang dipindahkan dari Giuseppe Meazza ke U-Power Stadium, Monza, Kamis dini hari (5/2/2026), diwarnai absennya rekrutan baru Inter pada bursa Januari./source:instagram@cristianchivu

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG -Inter Milan menunjukkan bahwa kekuatan tidak selalu datang dari bursa transfer. Di tengah absennya rekrutan anyar pada Januari 2026, pasukan Cristian Chivu justru membuktikan daya saing mereka lewat kedalaman skuad dan keberanian memainkan pemain muda saat menyingkirkan Torino di perempat final Coppa Italia.

Pertandingan yang digelar di U-Power Stadium, Monza, Kamis dini hari WIB (5/2/2026), menjadi panggung pembuktian. Inter harus “mengungsi” dari Giuseppe Meazza yang dipersiapkan untuk upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026. Namun, situasi itu tak mengurangi ketajaman Il Biscione.

Menurunkan sejumlah pemain pelapis serta dua lulusan akademi, Matteo Cocchi dan Issiaka Kamate, Inter tetap tampil solid dan menang 2-1. Ange-Yoan Bonny membuka keunggulan pada menit ke-35, disusul gol Andy Diouf dua menit setelah babak kedua dimulai. Torino sempat memperkecil ketertinggalan lewat Sandro Kulenovic pada menit ke-57, tetapi tak cukup untuk menggagalkan langkah Inter ke semifinal.

Alih-alih menyesali minimnya aktivitas transfer, Chivu justru menyoroti padatnya kalender pertandingan sebagai alasan utama rotasi besar-besaran yang ia lakukan.

“Kami tahu siapa yang kami hadapi dan pemain-pemain yang kami miliki. Ini adalah pertandingan yang membutuhkan energi dan kaki-kaki segar, jadi saya memilih pemain yang memiliki itu,” ujar Chivu.

Ia menegaskan, keputusan memainkan pemain muda bukan sekadar coba-coba, melainkan bagian dari kepercayaan klub terhadap sistem pembinaan jangka panjang.

“Jangan lupa, Januari kami sangat sibuk dan Februari akan lebih padat lagi. Saya memuji Cocchi dan Kamate, tetapi juga semua orang yang bekerja di akademi Inter dan membina mereka selama bertahun-tahun.”

Chivu juga menyebut keberhasilan akademi bukan hanya tentang dua nama yang tampil kali ini, melainkan generasi yang terus disiapkan.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 12 Februari 2026

“Hari ini Cocchi dan Kamate, tapi saya juga bisa menyebut Bovo, Topalovic, Alexiou, hingga Berenbruch.”

Secara permainan, Chivu melihat timnya menunjukkan karakter yang ia inginkan, terutama dalam menjaga intensitas meski komposisi berbeda dari biasanya.

“Saya bukan jurnalis dan juga tidak bermain fantasy football, jadi saya tidak akan memberi nilai pemain.”

“Saya puas dengan penampilan, dengan energi yang kami butuhkan di laga seperti ini, dan dengan apa yang berhasil kami ciptakan. Saat skor menjadi 2-1, wajar jika lawan mendapatkan dorongan semangat, tetapi mereka tidak benar-benar membuat kami dalam masalah besar.”

Kemenangan ini membawa Inter ke semifinal Coppa Italia, di mana mereka akan menghadapi pemenang duel Napoli kontra Como 1907 dalam format dua leg. Tanpa belanja besar, Inter justru mengirim pesan tegas: fondasi kuat bisa dibangun dari rumah sendiri.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :