VISI.NEWS – Ikatan Voli (Ivo) Neo Alpas kini sudah bisa menikmati lapangan bola voli. Pasalnya lapangan hasil swadaya masyarakat itu telah diresmikan dengan ditandai oleh pemotongan tumpeng serta doa bersama. Bahkan disaksikan oleh sejumlah tokoh masyarakat, Ketua Tim Pemenangan Pasangan BEDAS , pemerintahan desa dan perwakilan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Acara peresmian dilaksanakan di lapangan voli Neo Alpas, dengan ditandai pemotongan tumpeng oleh Ketua IVo Neo Alpas Jajat Darojat, Minggu (7/3/2011).
Menurut Jajat, keberadaan lapangan bola voli tersebut telah direstui para tokoh setempat. Dia yakin lapangan sederhana tersebut akan mencetak bibit atlet yang bisa diandalkan.
“Kami yakin jika dengan membina bibit atlet pada anak-anak usia dini di desa ini, minimal bisa tercapai untuk anak itu sendiri. Misalnya dengan banyak berlatih akan menghasilkan anak yang pandai main voli. Lalu ke jenjang selanjutnya anak usai remaja juga sama akan menuai hasil.poaitif ketika anak itu masuk ke sekolah. Tentu via jalur prestasi itulah, anak tersebut tak akan sudah masuk sekolah di negeri,” kata Jajat.
Sementara itu Aswin, ketua tim.pemenangan pasangan BEDAS yang juga ketua DPC PKS kec.Pameungpeuk mengaku pembibitan harus dilaksanakan usia dini. Tujuannya agar mudah membina dan mudah memberikan bimbingan dan latihan dalam olahraga bola voli.
“Saya salut dengan apa yang dilakukan oleh ketua IVo Neo Alpas. Dia melaksanakan sesuai dengan prosedur. Mulai dari pembentukan kepengurusan Neo Alpas, hingga surat menyurat ke KONI. Ini jadi contoh bagi kita semua betapa bangganya memiliki klub olahraga voli yang bisa diakui oleh institusi terkait. Saya mengucapkan selamat melaksanakan pembinaan semoga menghasilkan bibit atlet unggulan bagi kabupaten Bandung atau bahkan propinsi dan tingkat nasional,” ujarnya.
Anggota bidang media dan publikasi KONI kabupaten Bandung, Igun Ruchiyat menyampaikan permohonan maaf, Ketua KONI tak dapat hadir karena sedang dalam kondisi kurang sehat. Apih, sapaan Igun Ruchiyat ini mengatakan agar pelaksanaan pembinaan dilakukan secara berjenjang. Pembinaan untuk anak usia dini patut dilakukan agar kelak bisa membuahkan hasil positif.
“Ivo ini sudah diketahui oleh induk olahraga PBVSI kabupaten Bandung. Namun berhalangan hadir karena Sedang mengikuti babak kualifikasi Porda dan pelantikkan pengurus PBVSI kabupaten Bandung di Indramayu. Adapun KONI kabupaten Bandung sudah mengirimkan surat rekomendasi kepada ketua IVo Neo Alpas, yang isinya agar melaksanakan kegiatannya dengan mengikuti protokol kesehatan. Pandemi Covid-19 masih berlangsung sehingga masyarakat harus mematuhinya,” kata Apih.
Usai peresmian lapangan tersebut anak-anak langsung menggunakan lapangan dengan dipandu pelatihnya. Ke depan akan melaksanakan pertandingan eksebisi dengan tim Porda Kab Bandung agar dapat mengetahui sekaligus menimba pengalaman, atlet unggulan kabupaten Bandung. @pih