Search
Close this search box.

Jagat Kripto Heboh Ada Transfer Rp149 Triliun dari Bitcoin: Pencairan atau Pencurian?

Bitcoin./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Transfer Bitcoin berskala besar kembali menghebohkan dunia kripto. Sebanyak 80 ribu BTC atau setara US$9 miliar (sekitar Rp149 triliun) dilaporkan berpindah tangan setelah tersimpan diam selama 14 tahun. Jumlah ini menjadikannya salah satu transaksi terbesar dalam sejarah aset digital, terutama karena sumbernya berasal dari dompet era awal Bitcoin.

Delapan dompet digital yang sebelumnya tak aktif sejak tahun 2011 secara bertahap mengirim masing-masing 10 ribu BTC dalam satu kali transaksi. Saat dompet-dompet ini terakhir digunakan, harga Bitcoin masih di bawah US$4 per koin, atau dikenal sebagai era Satoshi, masa ketika hanya segelintir orang yang memahami potensi mata uang kripto.

Menurut Julio Moreno, Kepala Penelitian CryptoQuant, pergerakan ini merupakan aktivitas harian terbesar yang melibatkan koin berusia lebih dari 10 tahun. “Ini merupakan pergerakan harian koin terbesar berusia 10 tahun atau lebih dalam sejarah,” ujarnya, dikutip dari Tech Spot, Sabtu (11/10/2025).

Peristiwa ini segera memicu berbagai spekulasi di kalangan pengamat. Beberapa menilai pemindahan aset tersebut bisa menjadi indikasi perubahan kepemilikan atau langkah pemilik lama untuk memindahkan koin ke alamat dompet yang lebih aman dan baru. Namun, sebagian lainnya mencurigai adanya potensi pelanggaran keamanan atau peretasan besar-besaran.

Meski demikian, Conor Grogan, Direktur di Coinbase, menilai kecil kemungkinan bahwa pergerakan fantastis itu disebabkan oleh peretasan. Ia berpendapat bahwa transaksi tersebut kemungkinan besar merupakan uji coba terhadap kunci pribadi untuk memastikan akses masih dapat digunakan setelah bertahun-tahun tidak aktif.

“Kemungkinan kecil US$8 miliar dalam BTC telah diretas atau kunci pribadi yang dikompromikan,” kata Grogan. Ia menambahkan, pengguna era awal Bitcoin kerap melakukan “test transaction” untuk memastikan keamanan asetnya.

Baca Juga :  PMPHI Sumut Desak Cabut SK 28 Perusahaan, Soroti Kayu Gelondongan

Namun, jika ternyata benar terjadi peretasan, maka peristiwa ini berpotensi menjadi pencurian terbesar sepanjang sejarah manusia. “Jika benar, ini akan jadi pencurian terbesar dalam sejarah manusia,” tegas Grogan.

Sementara itu, Tech Spot melaporkan tidak ada indikasi bahwa Bitcoin tersebut telah dijual atau dipindahkan ke bursa kripto. Artinya, aset itu kemungkinan masih berada di jaringan blockchain tanpa berpindah ke pasar terbuka.

Lembaga analitik Arkham Intelligence juga mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan jejak perdagangan mencurigakan. Mereka memperkirakan pemilik hanya memperbarui alamat ke format yang lebih modern dan aman, bukan untuk mencairkan atau memperdagangkan aset. Meski begitu, misteri di balik transfer Rp149 triliun ini tetap meninggalkan tanda tanya besar: apakah ini langkah keamanan, atau awal dari kisah peretasan terbesar dalam sejarah kripto?.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :