VISI.NEWS | BANDUNG – Debat perdana Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2024 yang digelar pada Senin (11/11/2024) malam di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, berlangsung sengit. Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah saat calon gubernur nomor urut 2, Jeje Wiradinata, menanggapi jawaban dari pasangan calon nomor urut 1, Acep Adang dan Gitalis Dwi Natarina, mengenai isu Tuberkulosis (TBC). Riuh tepuk tangan pun terdengar bergemuruh di dalam ruangan.
Dalam sesi kedua debat yang berlangsung selama 120 menit, setiap calon diberikan waktu 45 detik untuk memberikan tanggapan terhadap pertanyaan yang diajukan. Meskipun waktu yang terbatas, Jeje tetap memberikan jawaban yang substansial dan penuh pemahaman, menunjukkan ketenangannya dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan tersebut.
“TBC adalah penyakit yang sudah lama dikenal dan bisa diobati, namun yang paling penting adalah bagaimana kita menciptakan lingkungan yang sehat,” ujar Jeje dengan percaya diri saat menanggapi jawaban Acep Adang yang menyoroti tingginya kasus TBC di Jawa Barat.
Jeje juga menambahkan bahwa pemerintah perlu memastikan ketersediaan tenaga medis yang mumpuni untuk menangani kasus TBC yang cukup tinggi di wilayah Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya upaya-upaya terkoordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam penanganan penyakit ini. “Insya Allah, TBC bisa kita tangani jika langkah-langkah konkret dilakukan secara sistematis,” tuturnya.
Salah satu fakta yang disampaikan Jeje adalah angka kasus TBC di Jawa Barat yang mencapai 220 ribu, yang menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat untuk menurunkan angka tersebut.
Tema debat kali ini mengangkat isu penting mengenai pembangunan Jawa Barat yang berfokus pada kemajuan teknologi digital serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dalam sub-tema kesehatan, Jeje menggarisbawahi bahwa penurunan stunting dan peningkatan mentalitas generasi muda juga menjadi isu utama yang harus diperhatikan oleh calon gubernur mendatang.
Selain masalah kesehatan, debat juga membahas berbagai isu penting lainnya seperti kemiskinan, pengangguran, pengembangan digital talent, serta reformasi birokrasi yang berkelanjutan. Para calon gubernur juga diberikan kesempatan untuk menjelaskan visi-misi mereka dalam menangani isu-isu perempuan dan pendidikan inklusif di Jawa Barat.
Debat ini diikuti oleh empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, yaitu Acep Adang-Gitalis Dwi Natarina (nomor urut 1), Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja (nomor urut 2), Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie (nomor urut 3), dan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan (nomor urut 4). Masing-masing pasangan calon menunjukkan kesiapan dan komitmennya untuk membawa perubahan positif bagi Jawa Barat.
@uli