Jelang Adaptasi Kebiasaan Baru Pemkab Bandung “Rapid Test” Pedagang Pasar Soreang

Bupati Bandung H Dadang M Nasser (kedua dari kanan) tengah memantau pelaksanaan rapid test di Pasar Soreang, Kamis (18/6)./visi.news/istimewa
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Menghadapi era “new normal” atau adaptasi kebiasaan baru (AKB), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, melaksanakan rapid test bagi para pedagang di Pasar Soreang, Kamis (18/6).

Tes tersebut dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Kodim, Polresta Bandung, dan Satpol PP.

Bupati Bandung, H. Dadang M. Nasser, saat meninjau kegiatan itu mengatakan bahwa rapid test dilakukan untuk mendeteksi sebaran Covid – 19 di Kabupaten Bandung.

“Rapid test dan swab di Mal Transmart Buahbatu, sudah kami lakukan. Beberapa pasar tradisional masuk target rapid test, termasuk Pasar Soreang. Sejauh ini hasilnya tidak ada yang positif. Saya berharap di 5 pasar tradisional ini hasilnya semua tidak ada yang positif,“ katanya.

Saat ditanya bila ada pedagang yang positif, Dadang mengatakan akan mengambil kangkah dengan dirawat dan diisolasi mandiri secara khususnya dan berkala. Sedangkan pasarnya tetap berjalan seperti biasa. Pedagangnya dibina , termasuk perhatian untuk kebersihan kios jualannya.

“Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bandung berada di 0,6 persen, masuk terkecil ke-2 di Jawa Barat. Ke depan kami berencana melakukan rapid test untuk perkantoran, masjid, pertokoan , termasuk para tukang ojek. Khusus pasar tradisional jam operasionalnya sudah diatur. Saya berharap para pedagang mematuhi aturan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung, Hj. Popi Hopipah menyatakan rapid test ini dilakukan untuk mencegah adanya klaster baru guna mencegah dan memutus mata rantai Covid-19.

“Sebanyak 200 lebih dari pedagang, belum lagi dari warga sekitar yang cukup antusias ikut rapid test, mudah-mudahan bisa mencukupi karena hanya disediakan untuk 250 orang,” kata Hj. Popi.

Popi Hopipah pun cukup optimistis upayanya akan berhasil mengingat kesadaran dan antusiasme masyarakat Kabupaten Bandung terutama di pasar-pasar tradisional cukup tinggi.

”Dengan langkah seperti ini, pencegahan menularnya Covid-19 di sektor perdagangan bisa lebih cepat diketahui sehingga kalau ada yang terpapar segera diambil solusi dan diselesaikan. Ini merupakan langkah preventif dalam mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pasar. Ke depan rapid test juga tidak hanya diberikan kepada pasar yang dikelola oleh pemerintah, tetapi juga pasar yang dikelola oleh desa,” terangnya.

Jika terdapat toko yang membandel , pihaknya akan menindak tegas dengan menutup sementara operasional toko tersebut dan berlaku untuk semua pasar tradisional. @pih

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kini Lebih Parah, Desa Tanjungsari Tasikmalaya Tak Berdaya Diamuk Banjir

Jum Jun 19 , 2020
Jangan Lupa Bagikan– “Upaya pemerintah selama ini yaitu membuat tanggul belum membuahkan hasil. Bahkan banjir datang lebih parah,” kata Amas. VISI.NEWS – Baru saja dilanda banjir sepekan lalu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali digenangi banjir, Jumat (19/6). Bahkan banjir kali ini lebih tinggi dan arus air […]