Search
Close this search box.

Kang DS dan Kang Haji Cucun Sepakat Dorong Penanganan Banjir Sungai Cisunggalah

Bupati Bandung, Dadang Supriatna pada kegiatan rapat koordinasi (rakor) forum pentahelix penanganan banjir Sungai Cisunggalah di Aula Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Sabtu (18/4/2026)./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna pimpin rapat koordinasi (rakor) forum pentahelix penanganan banjir Sungai Cisunggalah di Aula Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Sabtu (18/4/2026). Pelaksanaan rakor ini sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam penanganan banjir di Kabupaten Bandung.

Rakor forum pentahelix ini dihadiri jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bandung serta Forkopimcam Solokanjeruk, para kepala desa se-Kecamatan Solokanjeruk dan 23 perwakilan perusahaan dari 57 perusahaan yang ada di Kecamatan Solokanjeruk.

Dari hasil rakor forum pentahelix itu, sebesar sekitar Rp150 juta berhasil dikumpulkan untuk penanganan banjir yang disebabkan banjir luapan Sungai Cisunggalah.

Anggaran yang terkumpul itu berasal dari bantuan spontanitas pribadi masing-masing atau swadaya Bupati Dadang Supriatna, para pimpinan OPD, para kepala desa, anggota dewan, dan Forkopimcam Solokanjeruk. Termasuk dari beberapa perusahaan yang dengan spontanitas hadir pada forum pentahelix tersebut.

Program pentahelix Sungai Cisunggalah ini membutuhkan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk pembangunan 15 jembatan dan pembongkaran 56 jembatan. Sedangkan untuk pembangunan TPT saluran Sungai Cisunggalah sepanjang 5 km dari mulai Desa Bojong sampai Desa Cibodas membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar dengan anggaran yang bersumber dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC). BBWS Citarum pun sudah siap menurunkan alat berat untuk penanganan banjir Sungai Cisunggalah.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan bahwa program pentahelix ini sengaja dibuat karena berdasarkan pengalaman yang sudah berjalan dalam penanganan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung. Ia pun akan terus memantau program pentahelix penanganan banjir Sungai Cisunggalah tersebut.

“Pertama saya itu sukses dalam program pentahelix di Kecamatan Rancaekek, Cicalengka dan Cikancung sepanjang 12 km aliran Sungai Citarik dan Sungai Cikeruh. Itu selesai dalam program 100 hari kerja (Bupati dan Wakil Bupati Bandung),” kata KDS, sapaan akrab Dadang Supriatna usai melaksanakan rapat koordinasi forum pentahelix penanganan banjir Sungai Cisunggalah.

Baca Juga :  Didatangi Massa Tengah Malam, Wartawan Diintimidasi!

KDS berharap penanganan banjir Sungai Cisunggalah di Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk dan Desa Bojong Kecamatan Majalaya harus dilaksanakan seperti sebelumnya melalui program pentahelix sewaktu dilaksanakan di Rancaekek, Cicalengka dan Cikancung.

“Insya Allah saya optimis dengan hadirnya para pengusaha, walaupun diwakili tetapi pasti akan disampaikan hasilnya kepada pemilik perusahaan. Nantinya pak camat bersama Tim Pentahelix akan silaturahmi dengan para pengusaha. Tadi secara spontanitas sudah terkumpul sekitar Rp150 juta,” jelasnya.

KDS bersama Kang Haji Cucun, sapaan akrab Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal sepakat akan mendorong penyelesaian penanganan banjir Sungai Cisunggalah melalui program pentahelix. Pada kesempatan rakor forum pentahelix, KDS sempat menghubungi Kang Haji Cucun melalui sambungan video call untuk membahas penanganan banjir Sungai Cisunggalah. Kang Haji Cucun pun sama-sama sepakat untuk penanganan banjir tersebut.

“Kang Haji Cucun dengan saya itu bukan hanya mendorong secara material saja secara langsung pribadinya. Tetapi mendorong dari kebijakan pemerintah pusat. Nanti hari Selasa (21/4/2026) saya diundang dan dipersiapkan waktu oleh Pak Menteri Pekerjaan Umum RI untuk membahas Sungai Cisunggalah dan lain-lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, bukan hanya Sungai Cisunggalah saja, tetapi ada beberapa kecamatan yang harus didorong dalam penanganan banjir di Kabupaten Bandung.

“Tentu ini salah satu peluang dan momen waktu yang tepat menurut pendapat saya dengan adanya rakor forum pentahelix ini karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang sudah rutin terkena bencana,” katanya.

KDS juga berencana melaksanakan penanganan banjir di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang dan Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek, yaitu melalui pengerjaan normalisasi sungai dan termasuk pembangunan embung-embung.

“Di Desa Sukamanah akan dibangun embung-embung pada lahan seluas 1,5 hektare, termasuk di Desa Tegalluar seluas 3,5 hektare akan dibangun embung-embung untuk penanganan banjir di wilayah tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Evaluasi Mudik Lebaran 2026, Mori Hanafi Soroti Perbaikan Tol hingga Kemacetan Parah di Cipali

KDS berharap melalui gerakan program pentahelix dalam penanganan banjir itu bisa memperlancar aliran air. “Melalui program pentahelix ini diharapkan bisa mengantisipasi masalah kebencanaan banjir di wilayah Solokanjeruk dan Majalaya,” ungkapnya.

Terkait dengan rumah-rumah yang harus dibongkar dalam penanganan banjir Sungai Cisunggalah, Bupati KDS menegaskan, hari ini Satgas sudah turun ke lapangan.

“Pertama membuat surat peringatan dulu, kalau surat peringatan tidak diindahkan, mungkin nanti satgas akan melakukan pembongkaran secara langsung. Tentu kami dengan Disperkimtan akan meng-asesmen berapa rumah yang kira-kira perlu diperbaiki. Ini juga memerlukan APBD yang harus kita dorong untuk perbaikan,” ungkapnya.

KDS menegaskan dalam pembongkaran rumah atau bangunan yang berdiri di atas badan atau sepadan Sungai Cisunggalah tidak ada kompensasi atau ganti rugi.

“Enggak ada (kompensasi atau ganti rugi) karena ini sifatnya seperti yang di Rancaekek untuk pelebaran aliran sungai ini kembali kepada tanah hakulah. Asalnya 8 meter, mohon dikembalikan lebar sungai itu 8 meter,” ungkapnya.

KDS berharap masyarakat maupun para pengusaha dan pihak lainnya yang rela memperlancar program pentahelix ini menjadikan nilai ibadah dan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Aamiin yra.

Sementara itu, berdasarkan data yang disampaikan Kepala Disperkimtan Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin sebanyak 128 rumah yang menempati badan Sungai Cisunggalah.

“Yang tadinya lebar aliran sungai 8 meter, tinggal 3-4 meter. Masyarakat membangun rumah di badan sungai, bukan sepadan sungai lagi. Bagaimana untuk penanganan permasalahan ini. Itu menjadi permasalahan kita bersama dalam penanganan banjir,” katanya. @kos

Baca Berita Menarik Lainnya :