Search
Close this search box.

Jensen Huang Sebut China Maju Pesat di Teknologi AI

CEO nvidia, Jensen Huang./visi.news/nvidia

Bagikan :

VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT – CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa China tidak tertinggal jauh dari Amerika Serikat dalam perlombaan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dalam konferensi teknologi di Washington, DC, pada Rabu (30/4/2025), Huang menyatakan bahwa meskipun AS saat ini masih memimpin, China berada ‘tepat di belakang’ dan kesenjangannya sangat kecil.

“Kami sangat dekat. Ingat ini adalah perlombaan yang sudah berlangsung lama dan tak terbatas,” ujar Huang, dikutip dari Anadolu Agency.

Huang memberikan pujian khusus kepada Huawei, salah satu perusahaan teknologi terbesar China, atas kemajuannya dalam bidang komputasi dan jaringan, dua komponen vital dalam pengembangan AI.

“Mereka telah membuat kemajuan yang sangat besar dalam beberapa tahun terakhir,” tambahnya.

Di tengah ketatnya persaingan global, Huang mendorong AS agar mempercepat peraturan dan kebijakan yang mendukung kemajuan teknologi AI. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Nvidia mampu memproduksi perangkat keras AI secara mandiri di dalam negeri, terutama setelah menggandeng Foxconn untuk membangun fasilitas manufaktur server AI di Houston, Texas.

Komitmen Nvidia terhadap pengembangan teknologi ini dibuktikan dengan rencana investasi hingga US$500 miliar dalam empat tahun ke depan untuk membangun server AI di AS, bekerja sama dengan mitra seperti TSMC.

Namun, perusahaan chip seperti Nvidia juga menghadapi tantangan dari kebijakan pemerintah AS. Mulai 15 April lalu, pemerintahan Trump melarang penjualan prosesor AI H20 ke China tanpa lisensi khusus. Akibat pembatasan tersebut, Nvidia memperkirakan potensi kerugian hingga US$5,5 miliar. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :