KAI Commuter Kewalahan Layani Kenaikan Jumlah Penumpang Yogyakarta – Solo

Editor Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, didampingi KSB Solo Balapan, Suharyanto, menjelaskan evaluasi operasional KRL relasi Yogyakarta - Solo, khususnya selama masa larangan mudik lebaran 2021./visi.news/tok suwarto.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Minat masyarakat wilayah Yogyakarta dan Surakarta menggunakan moda transportasi kereta rel listrik (KRL), sejak dioperasikannya kereta komuter relasi Yogyakarta – Solo Balapan tersebut beberapa bulan lalu meningkat tajam.

Akibatnya, di masa pandemi dengan pembatasan jumlah penumpang untuk menjaga protokol kesehatan, KAI Commuter kewalahan melayani calon penumpang yang terus meningkat jumlahnya sehingga harus mengantre dan menunggu KRL berikutnya.

Menanggapi masalah tersebut, Vice President (VP) Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, menyatakan, penyebab terjadinya antrean panjang calon penumpang di stasiun karena selama masa pandemi tiap kereta hanya diizinkan mengangkut 74 penumpang. Jumlah itu jauh di bawah kapasitas angkut pada kondisi normal yang rata-rata tiap kereta bisa terisi sampai 200 penumpang.

“Kami harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dengan membatasi jumlah penumpang per kereta 74 orang. Jumlah itu memang tidak sampai separuh dari jumlah penumpang dalam kondisi normal yang bisa mencapai 200 orang. Kami minta maaf kepada calon penumpang yang terpaksa harus antre panjang dan berterima kasih karena para penumpang KRL Yogyakarta dan Solo, sabar menunggu KRL berikutnya,” ujar Anne Purba kepada wartawan, dalam jumpa pers evaluasi angkutan KRL Yogyakarta – Solo selama larangan mudik lebaran 2021, di Stasiun Solo Balapan, Jumat (28/5/2021) petang.

Menurut VP Corporate Secretary KAI Commuter itu, masalah lain di samping pembatasan jumlah penumpang di masa pandemi, sejak beroperasinya KRL Yogyakarta – Solo pihak operator hanya diizinkan melayani 20 kali perjalanan hari. Sedangkan dalam satu rangkaian kereta atau stamformasi, KAI Commuter setiap perjalanan mengoperasikan 8 kereta dari semula yang hanya 4 kereta.

“Pada hari-hari tertentu, seperti hari libur atau hari Sabtu dan Minggu, kami mengoperasikan KRL luar biasa untuk mengatasi masalah tersebut. Sehingga, kalau pada hari-hari biasa beroperasi 20 kali perjalanan, pada saat permintaan tinggi ada tambahan KRL luar biasa. Total bisa beroperasi sampai 24 kali perjalanan agar kuota jumlah penumpang lebih banyak,” jelasnya.

Baca Juga :  Pada 18 April Yana Mulyana Diagendakan Jadi Pembicara Bimtek Mencegah Korupsi, Ada Komentar Kocak Netizen

Menanggapi pertanyaan VISI.NEWS, Anne Purba, mengungkapkan, minat masyarakat di stasiun-stasiun lintasan Yogyakarta – Solo untuk menggunakan KRL semakin tinggi. Dia menyebutkan, selama ini KRL commuter relasi Yogyakarta – Solo Balapan PP, singgah di 11 stasiun termasuk sejumlah stasiun yang sebelumnya tidak disinggahi KA Prameks.

“Di stasiun-stasiun yang dekat kawasan permukiman baru, seperti Gawok, Ceper, Delanggu, Prambanan dan sebagainya, jumlah calon penumpang terus meningkat signifikan. Masalahnya, di setiap stasiun ada kuota jumlah penumpang, sehingga banyak yang tidak terangkut,” katanya lagi.

Menyinggung pengguna KRL Yogyakarta – Solo selama bulan puasa, Anne Purba, menyebutkan, KRL Yogyakarta – Solo melayani 121.417 penumpang. Sedangkan selama masa larangan mudik lebaran 2021, tanggal 6 – 17 Mei 2021, selama 12 hari dengan layanan 20 kali perjalanan per hari jumlah penumpang tercatat 48.572 orang. Jumlah itu turun sebesar 5,8 persen dibanding pekan sebelumnya sebesar 51.589 orang.

“Jumlah penumpang dari Solo Balapan selama larangan mudik tercatat yang tertinggi dibanding dari stasiun lain di wilayah Surakarta, yaitu sebanyak 13.855 orang. Sedangkan penumpang yang turun di Solo Balapan tercatat 12.293 orang. Di Stasiun Purwosari, jumlah penumpang yang naik sebanyak 5.259 orang dan yang turun 7.018 orang,” tambahnya.

Anne Purba yang didampingi Kepala Stasiun Besar (KSB) Solo Balapan, Suharyanto, berharap pemerintah memberikan tambahan perjalanan KRL Yogyakarta – Solo untuk melayani permintaan masyarakat pengguna KRL yang terus meningkat.

Dia menyatakan, sambil tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, KAI Commuter telah menyiapkan KRL dengan stamformasi 8 kereta agar jumlah penumpang yang terangkut selama masa pandemi memadai.
Suharyanto menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan sarana prasarana di stasiun, di antaranya pemisahan tempat check in penumpang KRL dengan penumpang KA lain, menyiapkan eskalator tambahan bagi penumpang, membuat jalur khusus KA Bandara yang terpisah dari KRL dan lain-lain. @tok

Baca Juga :  Legislator Desak Kemenag Segera Publikasikan Aturan Pengawasan untuk Cegah Kekerasan Seksual di Pesantren

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Ingatkan Masyarakat jangan Ganggu Investasi di Kabupaten Bandung

Sab Mei 29 , 2021
Silahkan bagikan  VISI.NEWS – Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna, mengingatkan masyarakat, khususnya lembaga swadaya masyarakat (LSM), ormas, atau pihak lain tidak mengganggu investasi dalam upaya percepatan pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi covid-19 di daerah ini. “Kami berharap berbagai pihak tersebut untuk mengawal investasi untuk menciptakan lapangan kerja dalam upaya mengurangi angka penangguran […]