VISI.NEWS | SUKABUMI – Bencana yang terjadi di Kota Sukabumi sepanjang triwulan pertama tahun ini menimbulkan kerugian materiil hingga sekitar Rp5 miliar.
Data dari BPBD Kota Sukabumi mencatat, selama periode Januari hingga Maret 2026 terjadi total 118 kejadian bencana. Rinciannya, pada Januari terjadi 44 kejadian, Februari 28 kejadian, dan Maret sebanyak 46 kejadian.
Dari jenisnya, bencana yang paling dominan adalah cuaca ekstrem dengan 99 kejadian. Selain itu, tercatat 10 kejadian kebakaran di kawasan permukiman, 6 kejadian tanah longsor, serta 3 kali gempa bumi.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Suhendar menyampaikan bahwa total kerugian akibat berbagai bencana tersebut mencapai sekitar Rp5 miliar.
Ia menjelaskan, kerugian terbesar berasal dari peristiwa kebakaran.
“Nilai kerugian terbesar berasal dari bencana kebakaran dengan nilai kerugian Rp2.357.000,” jelasnya dikutip dari situs resmi Pemkot Sukabumi.
Lebih lanjut, luas wilayah terdampak tercatat mencapai 3,382 hektare. Sementara itu, jumlah bangunan yang terdampak terdiri dari 15 unit rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan 66 unit rusak ringan.
Jika dilihat berdasarkan wilayah, Kecamatan Baros menjadi daerah dengan kejadian bencana terbanyak, yakni 24 kali. Disusul Kecamatan Gunung Puyuh dan Warudoyong masing-masing 18 kejadian, serta Kecamatan Lembursitu dan Cikole masing-masing 16 kejadian. Kemudian, Kecamatan Citamiang mencatat 14 kejadian, dan Kecamatan Cibeureum sebanyak 12 kejadian.
Suhendar mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem.
“BPBD mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, terutama karena adanya peningkatan kondisi cuaca ekstrem. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari banjir saat hujan deras mengguyur Kota Sukabumi,” pungkasnya. @andri