Search
Close this search box.

Kalau Kita Ingin Keluarga yang Bahagia, Ikuti Nabi Ibrahim

Ustadz Sopiana Hudri, S.Ag., menjadi imam/khatib Salat Idul Adha di Komplek Bumi Baleendah Asri (BBA), Jumat (6/6/2025). /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Pelaksanaan Salat Iduladha 1446 H di jalan protokol Komplek Bumi Baleendah Asri (BBA), Jumat (6/6/2025), berlangsung khidmat dan penuh makna. Ratusan jamaah memadati ruas jalan protokol sejak pagi, dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban sebanyak 4 ekor sapi dan 5 ekor domba. Suasana Iduladha ini menjadi momen refleksi spiritual yang dalam, sebagaimana disampaikan Ustadz Sopiana Hudri dalam khutbahnya.

Dalam khutbah tersebut, Ustadz Sopiana mengajak umat Islam untuk meneladani sosok Nabi Ibrahim AS sebagai kunci membangun keluarga yang bahagia. “Nabi Muhammad SAW selalu disandingkan dengan Nabi Ibrahim. Ini bukan tanpa alasan. Dalam diri keduanya ada keteladanan yang luar biasa,” ujarnya. Beliau merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” (QS Al-Ahzab: 21), yang mencakup keteladanan Nabi Ibrahim.

IMG 20250606 062359 800 x 500 piksel

Ustadz Sopiana menekankan bahwa salah satu pelajaran penting dari Iduladha adalah keikhlasan Nabi Ibrahim saat diperintahkan untuk menyembelih anaknya sendiri, Ismail. Doa Nabi Ibrahim yang terkenal, “Rabbi habli minash shalihin” (Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang shalih – QS Ash-Shaffat: 100), menjadi bukti kesabarannya yang luar biasa. “Usia beliau sudah 80 tahun ketika dikaruniai Ismail dari Siti Hajar, dan ketika anak itu baligh, langsung diuji dengan perintah penyembelihan,” tutur Sopiana.

Yang lebih menggetarkan, kata Sopiana, adalah respon Nabi Ismail yang tidak menolak perintah ayahnya. Dengan penuh keyakinan, ia berkata, “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar” (QS Ash-Shaffat: 102). Inilah potret keluarga yang taat, saling percaya, dan tunduk pada perintah Allah.

Dalam konteks kehidupan modern, lanjutnya, banyak orang mencari kebahagiaan keluarga melalui harta atau status sosial. Padahal Nabi Ibrahim AS adalah orang yang sangat kaya, memiliki lebih dari 12 ribu unta, namun tetap tunduk sepenuhnya kepada perintah Allah. “Kebahagiaan sejati bukan pada materi, tapi pada keimanan dan ketaatan dalam keluarga,” jelasnya.

Baca Juga :  Program Penjaringan Data Guru 2026 Resmi Dibuka Pemerintah

Nabi Ibrahim juga dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan penuh prinsip. Ia menghancurkan patung-patung sesembahan kaumnya, hanya menyisakan satu patung terbesar sebagai sindiran. Ketika diadili, ia tetap tegar dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah. “Hasbiyallahu laa ilaaha illa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa Rabbul ‘arsyil ‘azhiim” (Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia – QS At-Taubah: 129).

“Iduladha bukan sekadar hari raya menyembelih hewan. Ini adalah momentum untuk meneladani nilai-nilai perjuangan, kesabaran, dan keteguhan iman dalam keluarga,” ungkap Sopiana dengan penuh semangat. Ia berharap jamaah bisa mengambil pelajaran mendalam dari kisah Nabi Ibrahim dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir khutbahnya, Ustadz Sopiana mengajak para orang tua untuk menanamkan nilai-nilai tauhid dan ketaatan sejak dini kepada anak-anak. “Kalau kita ingin keluarga yang bahagia, kuncinya adalah meneladani Nabi Ibrahim. Kuatkan iman, kuatkan komitmen kepada Allah, dan bangun komunikasi yang penuh cinta dalam keluarga,” pungkasnya.

Pelaksanaan kurban pun berjalan lancar dengan melibatkan panitia dari warga Komplek BBA. Daging kurban dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi di hari yang penuh berkah ini.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :