Search
Close this search box.

Kapan Hujan Deras Berakhir di Indonesia? Ini Prediksi BMKG

Hujan deras mengguyur kawasan Jakarta Utara pada Senin (12/1/2026) pagi, memicu peningkatan status waspada cuaca ekstrem oleh BMKG di sejumlah wilayah Jabodetabek./visi.news/ilustrasihujan.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Beberapa wilayah Indonesia masih mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem selama beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah fenomena atmosfer yang sedang berlangsung.

Pada periode 1-3 Mei, BMKG mencatat hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di beberapa daerah seperti Jawa Barat dengan curah hujan mencapai 166.5 mm per hari, Jambi 131.2 mm, Kalimantan Barat 113.8 mm, Sumatera Utara 129.5 mm, dan Maluku 103.1 mm.

Kondisi ini dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang melintasi berbagai wilayah Indonesia. Gelombang atmosfer ini berperan dalam memodulasi proses konveksi, sehingga mendukung terbentuknya awan hujan di berbagai daerah.

Selain itu, BMKG menyebutkan bahwa fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase kedua turut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan, terutama di wilayah barat Indonesia seperti Pesisir Barat Sumatera. Aktivitas MJO ini juga meluas secara spasial melintasi sejumlah wilayah seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Tak hanya itu, sirkulasi siklonik yang terjadi di pesisir barat dan utara Sumatera, bagian utara Kalimantan, perairan utara Maluku, serta pesisir utara Papua turut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.

“Faktor lokal seperti pemanasan permukaan yang cukup kuat pada siang hari serta kelembaban udara yang masih relatif tinggi juga berkontribusi dalam mendukung terbentuknya awan-awan hujan,” jelas BMKG dalam Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 5-11 Mei.

Kondisi ini diperkuat oleh faktor lokal, seperti pemanasan permukaan yang cukup kuat di siang hari dan tingkat kelembapan udara yang masih tinggi, yang mendukung terbentuknya awan hujan.

Baca Juga :  Sari Yuliati Kutuk Keras Aksi Perampokan dan Kekerasan di Pekanbaru, Desak Pelaku Ditangkap

Sementara itu, meskipun daerah-daerah mengalami hujan deras, suhu maksimum harian di beberapa wilayah tetap tinggi. Kalimantan Timur tercatat mencapai 37,1 derajat Celsius, Kalimantan Utara 36,6 derajat Celsius, Sulawesi Tengah 36,2 derajat Celsius, Papua 36,0 derajat Celsius, dan Kalimantan Barat 36,6 derajat Celsius.

BMKG menjelaskan bahwa suhu panas ini dipengaruhi oleh tingginya radiasi matahari di siang hari dan penguatan monsun Australia yang membawa angin timuran kering. Akibatnya, tutupan awan di pagi hingga siang hari berkurang, sehingga radiasi matahari dapat mencapai permukaan secara lebih optimal dan meningkatkan suhu udara.

Prediksi BMKG menunjukkan bahwa potensi hujan lebat hingga ekstrem masih akan berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia selama sepekan ke depan. Fenomena MJO, gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby Ekuatorial diperkirakan tetap berkontribusi dalam meningkatkan pembentukan awan hujan di berbagai daerah.

Selain itu, bibit siklon tropis dan sirkulasi siklonik juga mempengaruhi pola cuaca nasional. Siklon 92W yang berada di utara Papua dengan kecepatan angin maksimal 15 knot dan tekanan udara sebesar 1008 hPa diperkirakan tetap aktif bergerak ke barat.

“Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut,” terang BMKG.

Sirkulasi siklonik lainnya diperkirakan terbentuk di beberapa wilayah seperti Perairan Barat Laut Aceh, Selat Malaka bagian utara, Perairan Barat Bengkulu, di Selat Makassar, dan Laut Banda. Kondisi ini meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar daerah konvergensi tersebut.

Berikut daftar wilayah berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat sepekan ke depan:

5-7 Mei

– Sumatera Utara
– Sumatera Selatan
– Kep. Bangka Belitung
– Banten
– Jawa Tengah
– Sulawesi: Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat.
– Maluku Utara
– Maluku
– Papua: Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua.

Baca Juga :  Sampah Liar di Tangsel, Cermin Kebiasaan Warga

8-11 Mei

– Aceh
– Sulawesi Barat
– Papua Pegunungan

BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca ini diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, dan masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir dan bencana alam lainnya akibat hujan ekstrem. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :