VISI.NEWS|BANDUNG Kepergian Karim Benzema ke Al-Hilal bukan sekadar transfer biasa, melainkan tragedi identitas bagi Al-Ittihad. Klub asal Jeddah itu kini dipaksa bergerak cepat untuk menutup lubang besar yang ditinggalkan sang kapten, sekaligus meredam gejolak emosional suporter setelah Benzema memilih membelot ke rival terberat, Selasa (04/02/2026) waktu setempat.
Benzema, yang sebelumnya menjadi simbol kejayaan Al-Ittihad, akan memperkuat Al-Hilal di bawah asuhan Simone Inzaghi. Kepindahan ini langsung mengguncang peta kekuatan Liga Pro Saudi dan menempatkan Al-Ittihad dalam situasi genting, baik secara teknis maupun citra klub.
“Kami kehilangan pemain yang sangat penting, tapi klub harus terus melangkah,” ujar salah satu pejabat internal Al-Ittihad.
Dalam upaya mempertahankan status sebagai kekuatan utama, Al-Ittihad dikabarkan menjadikan Mohamed Salah sebagai target prioritas. Penyerang Liverpool itu dinilai sebagai figur ikonik yang mampu mengisi kekosongan Benzema sekaligus mengembalikan pamor klub yang kini tercecer di posisi keenam klasemen.
Minat terhadap Salah bukan hal baru. Pada 2024, Al-Ittihad sempat mengajukan tawaran fantastis senilai £150 juta. Situasi Salah di Liverpool kembali menjadi sorotan setelah sang pemain melontarkan kritik terbuka terhadap pelatih Arne Slot pada Desember lalu.
“Saya pernah berbicara dengan mereka, itu bukan rahasia,” kata Mohamed Salah dalam pernyataan sebelumnya terkait ketertarikan klub-klub Arab Saudi.
Di sisi lain, efek domino dari kepindahan Benzema turut merambat ke klub lain. Cristiano Ronaldo dikabarkan merasa kecewa dengan peran Public Investment Fund dalam memuluskan transfer Benzema ke Al-Hilal. Bagi Ronaldo, situasi ini menciptakan kesan ketimpangan dukungan antar klub.
“Saya ingin proyek yang adil dan kompetitif,” ucap Ronaldo dalam pernyataan yang dikutip media lokal.
Ketegangan tersebut semakin terasa setelah Ronaldo tidak masuk dalam skuad Al-Nassr saat menghadapi Al Riyadh. Absennya sang megabintang memicu spekulasi soal masa depannya di Arab Saudi, terlebih karena ia belum mampu mempersembahkan gelar liga sejak bergabung pada 2023.
Di tengah ambisi besar Liga Pro Saudi menjaga sorotan dunia menjelang Piala Dunia 2034, drama antar bintang justru memperlihatkan sisi rapuh dari proyek megah tersebut. Al-Ittihad kini berada di persimpangan, antara bangkit dengan mendatangkan Salah atau tenggelam dalam bayang-bayang rival yang semakin kuat.@fajar