VISI.NEWS |BANDUNG – Kabar ditemukannya kasus virus Omicron dianggap masih simpangsiur, dan dibantah langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI). Hal tersebut dibuktikan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat (Jabar), yang menyebutkan nol kasus Virus Omicron.
Kepala Labkesda Jabar, Emma Rahmawati mengatakan, hingga saat ini Labkesda Jabar belum mengidentifikasi adanya penyebaran Varian Virus Omicron khususnya di Jabar, meskipun Laboratorium Bekasi sudah melakukan pemeriksaan genome sequencing terhadap 19 orang.
“Jadi sebelumnya, ke 19 orang tersebut terkonfirmasi positif ketika sedang melakukan screening di salah satu bandara, namun Labkesda Jabar hingga saat ini belum mendapatkan kabar,” katanya kepada VISI.NEWS, Jumat (10/12/21).
Adapun penelitian ilmiah serta medis yang dilakukan Labkesda Jabar sampai saat ini, masih seputar kasus varian Covid-19, menyangkut dengan metode genome sequencing, merupakan pemeriksaan dalam rangka upaya antisipasi Varian Omicron.
“Alhamdulilah tidak ada laporan positif dicurigai Omicron, adapun 19 orang yang sudah diambil sample, hingga saat ini belum ada hasilnya, kemungkinan clear (belum ada terinfeksi Omicon),” ujarnya.
Meski demikian, informasi yang didapat dari Satgas Covid-19 Jabar, akan melakukan mitigasi Varian Omicron, dengan cara memperkuat langkah Testing, Tracing, dan Treatment (3T) sebagai antisipasi terjadinya penyebaran varian Omicron di Jabar.
“Selain itu, Satgas Covid-19, juga akan melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk border line Warga Negara Asing (WNA), testing ditingkatkan dan tracer dimasifkan,” ungkap Emma.
Terkahir, Emma mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, bergerak cepat dalam mengantisipasi agar tidak mewabahnya Virus Omicron,
meski demikian, diketahui Pemprov Jabar sudah mempersiapkan seluruh kebutuhan atau fasilitas di rumah sakit.
“Sesuai dengan arahan Kemenkes ke Pemprov Jabar, potensi penularan Omicron ini lebih tinggi dibandingkan delta, untuk itu agar tetap waspada, mempersiapkan kemungkinan adanya lonjakan perawatan di rumah sakit,” pungkasnya.@eko