VISI.NEWS | DEMAK – Dalam suasana yang penuh dengan nuansa tradisi, rombongan dari Keraton Solo tiba di Demak membawa abon-abon atau minyak jamas yang khusus disiapkan untuk jamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga. Penyerahan abon-abon ini merupakan bagian penting dari rangkaian Grebeg Besar Demak, sebuah perayaan yang diadakan setiap tahun pada tanggal 10 Dzulhijah.
Minyak jamas, yang merupakan elemen kunci dalam prosesi ini, dibuat dari buah kelapa yang dipilih dengan hati-hati. Buah kelapa tersebut diambil dari pohon yang tumbuh di dekat Masjid Agung Surakarta, posisinya yang strategis menghadap kiblat menambah nilai sakral pada minyak yang dihasilkan.
Pada hari Senin, 17 Juni, minyak jamas ini akan dicampur dengan minyak jamas buatan ahli waris Kadilangu Demak. Campuran minyak ini akan digunakan dalam upacara penjamasan pusaka, sebuah prosesi yang sarat makna dan diharapkan dapat mempertahankan kekuatan serta kesucian pusaka tersebut.
Pusaka yang akan dijamas adalah Kotang Ontokusumo dan Kiai Cerubuk, dua benda pusaka yang memiliki sejarah panjang dan erat kaitannya dengan Sunan Kalijaga, salah satu dari Wali Songo yang terkenal. Pusaka-pusaka ini tidak hanya merupakan warisan fisik tetapi juga simbol dari kearifan lokal dan spiritualitas yang mendalam.
Grebeg Besar Demak sendiri adalah perayaan yang menggambarkan kekayaan budaya dan tradisi spiritual Jawa. Melalui serangkaian ritual seperti penjamasan pusaka ini, masyarakat Demak dan sekitarnya dapat merenungkan dan memperbarui komitmen mereka terhadap nilai-nilai luhur yang telah diwariskan selama berabad-abad.
Dengan penyerahan abon-abon dari Keraton Solo, Grebeg Besar Demak tahun ini diharapkan tidak hanya akan menjadi momen peringatan sejarah tetapi juga sebagai sarana pemersatu umat dan pelestarian budaya. Masyarakat setempat dan pengunjung dari berbagai daerah dipersilakan untuk menyaksikan dan bahkan turut serta dalam upacara-upacara yang akan dilangsungkan, menjadikan Grebeg Besar Demak sebagai pengalaman yang tak terlupakan.
@rizalkoswara