VISI.NEWS – Melaksanakan tawaf di Masjidilharam, Arab Saudi, bagi banyak orang adalah sebuah perjuangan. Berdesakan di antara lautan manusia, berjalan pelan, dan berusaha mendekati Hajar Aswad. Tapi apa jadinya jika saat ini Anda bisa tawaf seorang diri, sendirian, hanya Anda, tiada yang lain.
Hal ini adalah mimpi jadi nyata yang terjadi kepada kawan dari Abdul Karim Al-Khudair, anggota Dewan Fatwa Arab Saudi.
Kisah ini diceritakan ulang oleh Ismail bin Musa Menk atau Ismail Menk, mufti Zimbabwe, di Twitter pada Kamis (28/5) dan dilansir kumparan.com.
Dalam kisahnya, Al-Khudair mengatakan bahwa 20 tahun lalu seorang kawannya bermimpi ketika dia berada di Masjid Al-Khaif di Mina. Ketika itu, dia mencari penerjemah untuk mentakwil (menginterpretasi) mimpinya.
Dalam Islam, perihal takwil mimpi banyak dikisahkan, salah satunya pada cerita Nabi Yusuf. Mereka yang mentakwil biasanya adalah para ulama atau yang paham betul ilmu agama.
Oleh penerjemah itu dia diantarkan ke seorang ulama, Syaikh Muhammad Al Rumi. Ketika mendengar mimpi tersebut, Rumi mentakwil bahwa suatu saat pria itu akan tawaf sendirian di Kakbah.
“Dia mengatakan, bagaimana mungkin, bagaimana mungkin semua orang berhenti tawaf hanya untuk saya seorang,” kata Mufti Menk, menirukan ucapan pria tersebut.
Tapi sebuah anugerah yang luar biasa terjadi, mimpi tersebut menjadi kenyataan. Di masa pandemi virus corona 20 tahun kemudian, Masjidilharam ditutup untuk jemaah umum dan hanya boleh dimasuki petugas.
Pria tersebut memasuki Masjidilharam, mendapati dirinya hanya seorang diri, tiada siapa pun. Dia kemudian melakukan tawaf, berputar 7 kali mengelilingi Kakbah, tanpa susah payah.
“Pria ini di Masjidilharam, tidak ada yang tawaf kecuali dirinya,” kata Mufti Menk.
Tidak dijelaskan bagaimana pria itu bisa masuk ke Masjidilharam. Tapi kisah ini dibenarkan oleh Khudayr di akun Twitternya. Dia mengatakan, kawannya itu bisa tawaf seorang diri di Kakbah setelah meminta izin kepada petugas.
Dia memperlihatkan foto pria tersebut di lantai Masjidilharam, sendirian beribadah kepada Rabb-nya.
“Takdir Allah di atas kehendak manusia, jadi berprasangka baiklah, dan banyak berdoa kepada Allah,” kata Khudayr. @fen