KONI Keluhkan Atlet yang Bela Daerah lain

Editor H Aris Pramono Ketua Umum KONI Cimahi berikan keterangan kepada wartawan di Pemkot Cimahi, Kamis (3/6)./visi.news/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cimahi, H. Aris Pramono mengaku perihatin, dengan perpindahan atlet asal kota. Sebanyak tiga atlet warga Cimahi hijrah ke daerah lain tersebut para peraih medali emas di ajang mukti event Porda sebelumnya.

“Jadi dari 10 atlet peraih emas, Kota Cimahi tinggal tujuh atlet peraih emas, karena yang lainnya kini membela derah lain,”katanya saat beraudiensi dengan DPRD Kota Cimahi, Kamis (03/06).

Audiensi Pengurus KONI Kota Cimahi diterima Ketua DPRD Kota CImahi Ir. Ahmad Zulkarnain MT, didampingi Wakil Ketua Bambang Purnomo dan Komisi 4 Yulianawati (Demokrat), Fredy Siagian (PDIP), Kania (PKS) Agus Solihin, (PPP) dan Wahyu (PKS).

Dijelaskan Aris, tiga atlet warga Cimahi yang loncat ke daerah lain hal itu perlu diketahui bahwa sekarang olahraga dijadikan industri.

“Jadi para atlet sudah mempunyai standar-standar, tapi semua itu dikarenakan ketidak mampuan KONI, umpamanya walaupun anggaran itu dikucurkan dari TAPD sekalipun, tapi tetap kita tidak akan mampu untuk membayar ketiga atlet tersebut,” papar Aris.
Aris berencana mencari atlet lain, dan Alhamdulillah kata Aris, bahwa pihak KONI Cimahi sudah memastikan kembali akan mendatangkan atlet-atlet pendulang medali emas yang baru.

“Kenapa kami pastikan bahwa atlet kami pasti akan meraih emas, karena kami telah mempunyai Intelegen sport saint. Jadi intelegen yang akan melihat bakal-emas itu sudah jelas dan kami tidak bisa dibohongi oleh cabang-cabang olahraga bahkan kami punya data nasional, data Jawa Barat dan data Kota/Kabupaten,” terangnya.

Aris pun mengatakan tidak menutup kemungkinan atlet yang sudah dibina akan loncat kembali ke daerah lain yang lebih menguntungkan. Maka kata Aris KONI Kota Cimahi mempunyai strategi pendekatan kepada orang tua atlet secara intens.

Baca Juga :  Sidang Isbat Awal Zulhijjah Digelar 21 Juli 2020

“Kami dan kawan-kawan sepakat bahwa dalam pengelolaan ini bukan lagi bicara rupiah. Tapi kami bangun ideologi kepada para orangtuanya. Contoh ‘Ibu bapak anak ibu dan bapak dibina di Cimahi. Maka tolonglah tetap mempertahankan dan dapat mengharumkan kota sendiri. Buktinya alhamdulillah sekarang sudah 90 %, dan sisa yang 10 %-nya kami tidak dapat menghalangi keinginan mereka, ya terpaksa kami lepas. Karena mereka yang tidak loyal terhadap daerahnya sendiri,” pungkas Aris. @pih

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

F-PAN: Pemerintah agar Beri Penjelasan Terbuka soal Pembatalan Haji

Jum Jun 4 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay, meminta penjelasan resmi dan terbuka dari pemerintah khususnya Kementerian Agama terkait pembatalan pemberangkatan jemaah haji Indonesia pada 2021. Hal itu, menurut dia, karena dia menerima salinan surat kedutaan Saudi Arabia yang tersebar luas di media sosial yang nadanya menyangkal beberapa informasi […]