VISI.NEWS|BANDUNG -Kekalahan menyakitkan dialami Barcelona saat takluk 1-2 dari Girona FC dalam lanjutan La Liga, Selasa dini hari WIB. Laga yang berlangsung sengit itu berakhir dengan kontroversi yang memicu perdebatan panjang selepas pertandingan.
Bermain di Estadi Montilivi, Barcelona sebenarnya datang dengan harapan bangkit, terlebih setelah kembalinya winger andalan mereka, Raphinha, usai pulih dari cedera. Namun kehadirannya belum cukup untuk menyelamatkan tim dari kekalahan.
Girona memastikan kemenangan lewat gol penentu yang dicetak Fran Beltran. Situasi tersebut memicu kontroversi karena terjadi sesaat setelah bek Barcelona, Jules Kounde, terjatuh akibat pelanggaran yang tidak dianggap wasit sebagai pelanggaran.
Alih-alih larut dalam polemik, Raphinha menegaskan bahwa timnya harus tetap fokus memperbaiki performa sendiri, bukan hanya mempersoalkan keputusan pertandingan.
“Baiklah, kami memiliki banyak hal untuk diperbaiki, tetapi bukan hanya kami. Sangat rumit ketika aturan berbeda-beda, entah itu menguntungkan Anda atau merugikan Anda, tetapi jika kami harus bermain melawan semua orang untuk menang, maka biarlah… Kami akan melakukannya. Hidup Barca selalu,” tulis Raphinha melalui akun media sosialnya.
Kekalahan ini menjadi sinyal bahaya bagi tim asuhan Hansi Flick yang sedang memasuki fase krusial musim kompetisi. Konsistensi performa kini menjadi tuntutan utama jika Barcelona ingin tetap bersaing di papan atas klasemen.
Kabar baik bagi tim Catalan, gelandang kreatif Pedri diperkirakan segera kembali merumput pada pertandingan akhir pekan saat Barcelona menghadapi Levante UD.
Tekanan kini berada di pundak Barcelona untuk segera bangkit. Kontroversi mungkin berlalu, tetapi tuntutan untuk kembali menang tidak bisa ditunda.@fajar