Search
Close this search box.

Korban Jiwa Demo Iran Terus Bertambah, Anak-anak Masuk Daftar Tewas

Bentrok antara aparat keamanan dan demonstran dalam aksi protes besar di Teheran, Iran, Selasa (13/1), yang dilaporkan menewaskan ribuan orang sejak akhir Desember 2025./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Krisis kemanusiaan akibat gelombang demonstrasi di Iran kian mengkhawatirkan. Jumlah korban tewas dalam aksi protes yang berlangsung sejak akhir Desember lalu dilaporkan menembus 2.403 orang, termasuk anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Data tersebut disampaikan oleh Human Rights Activists News Agency (HRANA), kelompok pemantau hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat. Lonjakan ini menunjukkan eskalasi kekerasan yang signifikan dibanding laporan sebelumnya yang mencatat 1.850 korban jiwa.

“Kami mencatat setidaknya 2.403 orang meninggal dunia hingga Selasa, termasuk anak-anak dan warga sipil yang tidak terlibat langsung dalam bentrokan bersenjata,” ujar perwakilan HRANA dalam pernyataan resminya, Selasa (13/1).

Demonstrasi besar-besaran ini telah melanda berbagai kota di Iran sejak 28 Desember, dipicu oleh tekanan ekonomi yang semakin berat. Namun, dalam perjalanannya, aksi protes berkembang menjadi tuntutan politik yang lebih luas, termasuk seruan perubahan kepemimpinan tertinggi negara tersebut.

Bentrok antara aparat keamanan dan massa tak terhindarkan setelah sejumlah aksi berujung ricuh. Laporan di lapangan menyebutkan adanya pembakaran gedung-gedung pemerintah serta masjid, dan tindakan simbolik berupa perobekan bendera nasional Iran.

Pemerintah Iran menuding kekuatan asing berada di balik gelombang protes tersebut. Seorang pejabat keamanan Iran menegaskan sikap negaranya terhadap dugaan campur tangan pihak luar.

“Kami memiliki bukti kuat bahwa Amerika Serikat dan Israel berusaha memanfaatkan situasi dalam negeri Iran untuk mengguncang stabilitas nasional,” kata pejabat tersebut kepada media pemerintah.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Israel secara terbuka menyatakan dukungan terhadap tuntutan rakyat Iran. Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut berbagai opsi respons, termasuk kemungkinan intervensi militer.

Menanggapi hal itu, otoritas Iran menegaskan kesiapan mereka menghadapi segala bentuk ancaman. “Setiap intervensi akan dibalas dengan respons tegas. Iran tidak akan tinggal diam,” ujar juru bicara pemerintah Iran.

Baca Juga :  Datang sebagai Investasi Masa Depan, Jacquet Disebut Punya DNA Bek Legendaris

Hingga kini, laporan HRANA belum dapat diverifikasi secara independen oleh media internasional. Namun, angka korban yang terus meningkat mempertegas kekhawatiran dunia internasional terhadap memburuknya situasi kemanusiaan di Iran. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :