Korban Tewas Bus Maut di Sumedang Bertambah Jadi 22 Orang

Editor Salah satu anak korban kecelakaan bus maut yang terjun ke jurang di Wado, Kab. Sumedang, Rabu (10/3/2021) malam. /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Korban meninggal dunia Bus yang terperosok ke dalam jurang di Kecamatan Wado berjumlah 22 orang. Masih ada korban lain yang masih dalam proses evakuasi.

Kasie Operasi Kantor Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Jawa Barat, Supriyono mengatakan jenazah sudah dibawa ke Puskesmas Wado, sebagian lagi dibawa ke RSUD Sumedang.

“Sejauh ini sama yang tadi dievakuasi sudah ada 22 yang meninggal dunia dievakuasi,” kata Supriyono seperti dilansir dari merdeka.com, Kamis (11/3/2021) dini hari.

Tim berhasil mengevakuasi jenazah yang terakhir atau yang ke 22 itu pada pukul 00.05 Wib. Menurut dia, masih ada korban lain yang masih dalam proses evakuasi oleh tim SAR dibantu dengan unsur lain.

“Kita maksimalkan untuk melakukan evakuasi terhadap empat korban tersebut yang diperkirakan masih terjebak di dalam bus,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Bus dengan nopol T 7591 TB itu membawa puluhan penumpang sekolah SMP IT Al Muawanah, Cisalak Subang. Salah seorang korban selama, Hafiz Alfarizi mengatakan rem bus tersebut blong dan tidak bisa dikendalikan saat melintasi wilayah Tanjakan Cae, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi.

“Rem blong. Saya duduk di bagian belakang cuman (posisinya) agak di depan,” kata dia usai menerima tindakan medis.

Ia mengatakan rombongan dalam bus tersebut hendak pulan usai mengikuti study tour ke Pangandaran setelah sebelumnya melakukan ziarah di kawasan Cibiuk dan Pamijahak, Kabupaten Tasikmalaya.@mpa

Baca Juga :  Jadwal Bola Malam Ini Live 16 Besar EURO

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Sektor Ketenagakerjaan Terdampak Paling Berat Akibat Pandemi Covid 19

Rab Mar 10 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziah menyatakan, pandemi Covid-19 yang belum berakhir menyisakan pekerjaan rumah cukup banyak dan sektor ketenagakerjaan terkena dampak paling paling berat. “Dalam 5 tahun terakhir, sebenarnya angka pengangguran bisa ditekan menjadi 4,9 persen. Tetapi, karena ada pandemi Covid-19 upaya mengatasi pengangguran mengalami gangguan, […]