VISI.NEWS – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Agus Baroya mengungkapkan, bahwa saat ini KPU Kabupaten Bandung memiliki dua unit mobil pintar bantuan hibah dari Bank Tabungan Negara (BTN). Mobil pintar itu untuk pendidikan pemilih di Kabupaten Bandung dalam menghadapi Pemilu serentak 2024 mendatang.
Launching mobil pintar untuk pendidikan pemilih itu dilaksanakan di Kantor KPU Kabupaten Bandung Jalan Sindang Wargi Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung, Rabu (2/6/2021).
“Intinya, untuk memberikan nuansa inovasi informasi dan gambaran berbagai media kepada masyarakat. Tidak hanya satu media. Itu intinya, untuk memberikan eduksi kepada pemilih, mencerdaskan pemilih, menyadarkan pemilih sepanjang kita mampu. Untuk semuanya itu tidak bisa mandiri atau sendiri,” katanya.
Ia berusaha kolaborasi dengan pihak swasta, Pemkab Bandung maupun komunikasi dengan pihak media dan sebagainya. “Itu bisa membuat sebuah kekuatan. Itu bagian dari pelayanan kepada pemilih. Efeknya kita harapkan kematangan, kedewasaan pemilih dan pengetahuan pemilih semakin tinggi sehingga demokrasi pemilih semakin bagus,” katanya.
KPU saat ini masih menggodok P4 (Pendidikan Profesi Penyelenggara Pemilu), dalam proses pendidikan politik kepada para pemilih yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung.
“P4 itu seperti kursus. Kita lihat sesuai dengan ketersediaan anggaran yang ada. Itu memberikan edukasi kepada masyarakat, seperti dalam bentuk sekolah atau pendidikan di kelas. Disitu ada materi teoritis tentang demokrasi, politik, pemilu dan pembelajaran teknis berkaitan dengan kepemiluan. Fungsinya adalah pentingnya berdemokrasi dan kita sepakat dengan demokrasi di Indonesia,” tutur Agus Baroya.
Disamping itu, imbuh Agus Baroya, pendidikan politik (P4) itu untuk memberikan motivasi kepada mereka supaya mau terlibat dalam kegiatan pemilu. “Kemudian nantinya mereka bisa menjadi PPK, PPS, KPPS, dan sebetulnya ini pendidikan untuk menyiapkan penyelenggara pemilu kedepan. Sehingga mereka nantinya yang menjadi PPK, PPS bisa mengenal dan sudah paham demokrasi dan pemilu. Nanti mereka kenalkan dengan sengketa, kenalkan dengan kode etik. Nanti kita kenalkan melalui kegiatan roadshow yang dilaksanakan KPU ke lapangan,” tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, lanjut Agus Baroya, apakah per dapil maupun dengan ketersediaan daerah dalam pelaksanaan pendidikan P4 tersebut.
“Tapi intinya, kita akan membuat silabus tentang materi pendidikan profesi penyelenggara pemilu, sehingga kedepan kita tidak kesulitan dalam mencari penyelenggara KPPS mupun PPS dan insya Allah SDM-nya lebih berkualitas,” katanya.
Disinggung dengan sasaran pemiih pemula, katanya, akan didekati dengan berbagai media. Tapi bisa juga dilaksanakan dengan cara kunjungan ke sekolah dengan menggunakan mobil pintar yang tersedia.
“Dengan mobil pintar itu, anjungan yang kita miliki bisa dibawa ke lapangan atau ke sekolah asal ada wifi-nya. Kita kenalkan kepada anak-anak sekolah untuk menggali informasi. Jadi alat yang kita punya bisa simulasikan kepada anak-anak sekolah. Bahwa pelaksanaan pemilu itu harus menyesuaikan media yang berkembang. Bagaimana mengolah informasi dan mengakses informasi, itu pentingnya,” ungkapnya.
Ia pun mengungkapkan, dengan adanya pandemi ini ada hikmahnya. Karena mendorong KPU untuk melakukan inovasi. “Tidak ada alasan dengan adanya pandemi ini membuat kita diam atau stagnan. Kita termotivasi untuk lebih kreatif dan melakukan inovasi,” pungkasnya. @bud












