VISI.NEWS – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Agus Baroya menyatakan, sesuai arahan KPU Pusat dan KPU Provinsi Jawa Barat, Satker (Satuan Kerja) KPU Kabupaten/Kota sebagai garda terdepan harus selalu melakukan inovasi dan kreasi agar senantiasa bisa hadir di tengah masyarakat.
“Sehingga nanti image KPU hanya hadir saat pemilu itu berkurang. Untuk itu, mau tak mau kita harus bermain di medsos (media sosial) dan sebuah keharusan kita harus bermain di medsos. Karena ketika kita main di medsos, kapan saja bisa berkomunikasi dengan masyarakat. Apalagi saat ini di tengah pandemi Covid-19,” kata Agus Baroya saat diwawancara wartawan VISI.NEWS sela-sela launching (peresmian) program sosialisasi dan pendidik pemilih berkelanjutan di Kantor KPU Kabupaten Bandung Jalan Sindang Wargi Kecamatan Soreang,Kabupaten Bandung Rabu (2/6/2021).
Maka, imbuhnya, kreasi sosialisasi di tengah pandemi dengan perangkat yang dimiliki harus dilakukan. Untuk itu, kata Agus Baroya, KPU Kabupaten Bandung pada dua minggu lalu melaksanakan soft launching prokes.
“Prokes itu dijadikan sebagai media untuk penyampaian kepada masyarakat dan edukasi kepada masyarakat terkait dengan demokrasi dan pendidikan politik kepada masyarakat,” ujar Agus Baroya.
Menurutnya, prokes itu bisa menjadi media berbagai pihak dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Idealnya, dengan adanya berbagai tayangan melalui medsos itu, pihaknya berharap bisa mendapatkan feedback dari masyarakat.
“Feedback dari masyarakat itu, kemudian kita olah untuk dijadikan kajian untuk memberikan yang terbaik sesuai dengan ekspektasi dan perspektif pemilihan. Jadi edukasi secara umum menggunakan prokes,” katanya.
Hari ini, Agus Baroya mengungkapkan, jajaran di KPU Kabupaten Bandung memperbaharui dan meng-update website laman KPU Kabupaten Bandung. Harapannya, dapat terus meng-update berita-berita yang dapat mengeduksi masyarakat.
“Ada beberapa media yang kita sajikan, biar masyarakat yang memilih. Bisa mengetahui dari website-nya maupun bisa melalui google. Bisa juga melalui wikipedia. Kontennya pun kita berharap bisa terisi oleh pakar-pakar atau ahli-ahli yang berkompeten,” katanya.
Berikutnya, lanjut Agus Baroya, pihaknya turut meng-update tampilan maupun layanan KPU Library Coffee Corner (KLCC). Dengan adanya KLCC ini, ia berharap bisa mengkombinasikan antara dua tema yaitu library dan coffee.
“Library itu, ingin mengeduksi tentang cakap literasi kepada masyarakat. Hal itu untuk menerapkan budaya literasi. Library kita siapkan dan berusaha untuk menampilkan yang menarik bagi masyarakat. Supaya teman-teman atau tamu yang datang ke kantor KPU ada suasana yang berbeda,” katanya.
Dikatakannya, library itu ditampilkan di depan atau di luar Kantor KPU dan digabungkan dengan tema sentra coffee. “Tema coffee disini ingin mengembangkan budaya dan keunggulan kopi di Kabupaten Bandung. Di satu sisi, kita ingin menggaungkan informasi tentang keunggulan kopi di Kabupaten Bandung. Mulai dari kopi asal Gunung Tilu, kopi asal Gunung Puntang, kopi Ciwidey, kopi Manglayang dan kopi daerah lainnya. Bumi kita kaya dengan kopi. Sehingga orang datang ke sini, turut diberikan sajian kopi khas Kabupaten Bandung. Sehingga ini intinya bisa menjadi promosi kopi Kabupaten Bandung,” tuturnya.
Kaitan library dengan kopi, ia mengungkapkan, sehingga muncullah tagline, “ngopi d’lu” (ngobrol pintar demokrasi dan pemilu). @bud












