VISI.NEWS | KAB. BANDUNG -Tumpukan sampah terlihat di pinggir Jalan Cirengit, Tanjungsari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Sampah organik dan non-organik tersebut, membuat warga masyarakat dan pengguna jalan tidak nyaman saat melintas didepannya.
Fifiq Taufiq (33) warga masyarakat yang sedang melintas dijalan tersebut, kepada VISI.NEWS Kamis (13/6/2024), mengaku kerap mencium aroma bau tak sedap dari tumpukan sampah itu.
“Suka kecium bau kalau lewat sini, ya dari sampah itu, gak tau kalau yang buang sampahnya dari mana saja, yang saya tahu mah udah lama sampahnya berada disekitar sini,” katanya.
Dikonfimasi terpisah, Kepala UPTD Pengangkutan Sampah Wilayah Baleendah pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Arip Saripudin mengatakan bahwa pengangkutan sampah atau operasi bersih (opsih) diwilayah itu dilakukan Bidang dan Pemdes setempat.
“Meskipun di wilayah UPTD kami, tapi kan perlu menggunakan alat berat, nah alat beratnya itu ada di bidang jadi di eksekusinya sama bidang koordinasi dengan pemdes,” ujarnya melalui telepon seluler.
Ia mengatakan bahwa sampah itu, merupakan sampah liar (yang dibuang sembarangan).
“Masyarakat desa di perkampungan harus inisiatif buat kompos, kalau lahan untuk tempat sampah sementara engga ada,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Unit Reaksi Cepat DLH Kab. Bandung, Trisna mengatakan bahwa per hari ini kuota ritase pembuangan ke TPA Sarimukti telah habis.
“Kabupaten Bandung sudah habis kuotanya, kita nunggu kuota baru dari Pemprov, kalau kuota ritase kemarin kita dikasih 1600 dan terpakai selama 20 hari,” ucapnya.
Sampah liar tersebut akan segera diangkut. Namun selain menunggu kuota ritase baru, Armada seperti beko, Imbuh Trisna, saat ini mengalami kendala dan sedang dalam perbaikan.
“Pasti diangkut, memang untuk akses ke jalan itu juga sempit kan butuh truk tronton dan beko jadi jalan harus ditutup total, terakhir kita angkut beberap bulan yang lalu masalahnya armada seperti beko di kita sedang diperbaiki dan pengangkutan sampah terhenti karena habis kuotanya,” ungkapnya.
Pihaknya berharap, kuota ritase yang baru nantinya lebih banyak lagi, karena mengingat penduduk Kabupaten Bandung itu cukup besar dan volume sampah kian banyak.
@gvr