VISI.NEWS | BANDUNG – Di sudut Kelurahan Cisaranten Wetan, Kecamatan Cinambo, harapan tumbuh bersama suara palu dan gergaji. Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung yang berkolaborasi dengan DPRD Kota Bandung dan Pemerintah Kota Bandung, Selasa (6/1/2026).
Siang itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau langsung progres renovasi dua Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di RW 03. Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap keselamatan dan kenyamanan warganya.
Program renovasi ini diharapkan menghadirkan hunian yang lebih aman dan manusiawi bagi penerima manfaat. Rumah-rumah yang sebelumnya rapuh, bocor, dan membahayakan penghuninya kini perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang layak dan menenteramkan.
Lurah Cisaranten Wetan, Muslim Nurdin, mengungkapkan bahwa proses renovasi berawal dari kunjungan anggota DPRD Kota Bandung ke wilayah tersebut. Dari dialog sederhana di lapangan, lahir kepedulian yang kemudian diwujudkan melalui pengajuan proposal resmi dari RT, RW, dan kelurahan.
“Alhamdulillah, setelah anggota DPRD datang langsung ke lokasi, kami mengajukan proposal pengantar. Baznas Kota Bandung merespons cepat dan membantu merenovasi dua rumah di RW 03,” ujar Muslim dengan nada syukur.
Ia menjelaskan, kondisi kedua rumah tersebut memang sudah tidak layak huni. Demi keselamatan, para penghuni harus mengungsi sementara ke rumah kerabat selama proses renovasi yang berlangsung sekitar 10 hari.
Salah satu rumah yang direnovasi adalah milik Kurniasih, warga RT 02 RW 03. Selama bertahun-tahun, ia harus bertahan dengan atap bocor yang kerap membuat rumahnya basah setiap kali hujan turun.
Ketua RW 03, Hadi Gunawan, menuturkan bahwa rumah Kurniasih sebelumnya belum pernah tersentuh bantuan. “Keluhannya soal atap bocor sudah lama. Alhamdulillah, berkat dorongan DPRD dan bantuan Baznas, akhirnya rumah ini bisa diperbaiki,” katanya.
Baznas Kota Bandung menyalurkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk renovasi rumah tersebut. Pengerjaan dilakukan secara cepat agar penerima manfaat tidak terlalu lama meninggalkan tempat tinggalnya. Dalam hitungan empat hari, perubahan signifikan sudah terlihat.
Atas bantuan itu, rasa syukur dan terima kasih mengalir dari warga RW 03. Bagi mereka, program ini bukan sekadar renovasi bangunan, melainkan perbaikan kualitas hidup. Dari atap yang dulu bocor, kini tumbuh harapan baru akan hari esok yang lebih aman dan bermartabat.












