Search
Close this search box.

Lagi-lagi Tanggul Jebol, Permukiman Warga 3 Desa di Rancaekek Kembali Diterjang Banjir

Tanggul yang jebol setelah di perbaiki 2 kali kembali ambrol sehingga perumahan warga di Kampung Babakanrawa RT 08/RW 07 kembali diterjang banjir luapan Sungai Cikeruh, Kamis (21/1/2021) sore./visi.news/budimantara.

Bagikan :

VISI.NEWS – Permukiman penduduk di tiga desa, yakni Desa Rancaekekkulon, Rancaekekwetan, dan Desa Bojongloa Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kembali diterjang banjir luapan Sungai Cikeruh, Kamis (21/1/2021) sore sekitar pukul 16.39 WIB.

Banjir yang terjadi di Kecamatan Rancaekek itu sudah menjadi langganan menyusul turun hujan deras di wilayah Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang sejak Kamis siang. Hulu sungai itu berada di kawasan Jatinangor.

Pantauan wartawan VISI.NEWS di lapangan, sejumlah warga terlihat siaga di dekat bantaran Sungai Cikeruh yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan penyempitan karena banyaknya tumbuhan yang ada di bantaran sungai tersebut.

Sejumlah warga pun terlihat memasang karung yang sudah diisi dengan karung dan pasir untuk menahan luapan air masuk ke rumah warga.

Karena tinggi dan derasnya aliran air Sungai Cikeruh, tidak sedikit di antara rumah warga yang sudah tergenang banjir luapan Sungai Cikeruh yang membawa muatan material lumpur tersebut karena kondisi air yang keruh.

Karena kondisi air masih terlihat belum begitu meninggi, sejumlah pengendara roda dua berusaha untuk melintas di jembatan penyeberangan yang terpantau di Kampung Bojongmelati RW 07, Desa Rancaekekulon. Bahkan sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat, terpantau nekat dan memaksakan diri menerobos genangan banjir di Jalan Raya Rancaekek-Majalaya kawasan Dangdeur, persisnya di depan Masjid Agung Rancaekek, Desa Bojongloa.

Jika genangan airnya sudah mencapai 50-60 centimeter, para pengendara pun tak bisa menerobos genangan air tersebut.

Aktivitas warga yang melakukan kegiatan ekonomi pun terhambat karena genangan banjir tersebut.

Relawan Tanggap Bencana (Relagana) 00 Rancaekek Yunus mengatakan, tiga desa yang ada di sepanjang aliran Sungai Cikeruh menjadi langganan banjir setiap memasuki musim hujan.

Baca Juga :  APC Punya Kesempatan Back to Back di Gothia Cup

“Masyarakat yang menjadi korban banjir meminta pemerintah dan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum untuk segera melakukan normalisasi Sungai Cikeruh. Selain itu, kami berharap jembatan penyeberangan yang ada di atas aliran Sungai Cikeruh tepatnya di Bojongmalati Rw 07 Desa Rancaekekkulon segera ditinggikan karena menghambat aliran air,” kata Yunus kepada wartawan di lokasi banjir kampung Bojongmalati, Desa Rancaekekkulon.

Warga Desa Rancaekekkulon lainnya, Aman Surahman mengungkapkan, akibat dangkalnya aliran Sungai Cikeruh, di saat aliran air cukup deras tertahan oleh jembatan penyebrangan.

“Dampak dari jembatan itu menahan sampah yang terbawa hanyut aliran sungai dan menambah luapan air semakin deras ke permukiman warga,” ujar Aman Surahman.

Ia berharap kepada pemerintah salah satu solusi untuk penanganan banjir di Kecamatan Rancaekek adalah normalisasi Sungai Cikeruh. Bersamaan dengan normalisasi itu harus ada peninggian jembatan supaya tidak menghambat aliran air disaat terjadi musim hujan.

“Akhir-akhir ini kondisi banjir di Rancaekek semakin parah. Selain karena dangkal dan sempitnya aliran Sungai Cikeruh, juga diperparah dengan rendahnya jembatan penyeberangan yang menghalangi derasnya aliran sungai yang membawa muatan sampah,” ungkapnya. @bud

Baca Berita Menarik Lainnya :