Search
Close this search box.

Lia Istifhama Puji Strategi Efisiensi dan Kebijakan WFA Presiden Prabowo

Anggota DPD RI, Lia Istifhama./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | SURABAYA – Anggota DPD RI, Lia Istifhama, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis Presiden Prabowo Subianto dalam memitigasi dampak dinamika geopolitik global terhadap ekonomi nasional. Dukungan ini menyusul rapat strategis Presiden bersama jajaran menteri ekonomi di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (19/3/2026).

Lia menilai, perumusan strategi pemerintah saat ini sangat visioner, terutama dalam menjaga daya tahan fiskal dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui skema kerja yang modern.

Salah satu poin yang disoroti Lia adalah rencana penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) selama satu hari dalam sepekan. Kebijakan ini tidak hanya menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga didorong untuk sektor swasta dan pemerintah daerah.

“Efisiensi ini bukan berarti menurunkan produktivitas. Justru menjadi momentum untuk membentuk SDM yang tangguh, adaptif, dan tetap memiliki semangat kerja tinggi di tengah tantangan global,” ujar Lia.

Menurutnya, pola kerja fleksibel dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kinerja, selama diimbangi dengan disiplin dan tanggung jawab.

Secara teknis, skema WFA diprediksi mampu menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional hingga 20 persen karena berkurangnya mobilitas harian pekerja. Langkah ini dianggap sebagai solusi cerdas dalam menghadapi potensi lonjakan harga komoditas energi dunia.

Selain pola kerja, Lia Istifhama juga memuji komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kami menjaga APBN agar defisit tetap di bawah 3 persen dan sesuai arahan Sidang Kabinet Paripurna. Upaya ini dilakukan melalui efisiensi di berbagai kementerian dan lembaga,” imbuhnya.

Di sektor energi, pemerintah tengah menyiapkan transformasi besar dengan mempercepat konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Proyek strategis ini nantinya akan dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Danantara guna menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil secara jangka panjang.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian 3 Produk Utama Hari Ini Stabil

Sebagai langkah jangka pendek untuk menopang penerimaan negara, pemerintah juga mengkaji peningkatan produksi batu bara serta penyesuaian pajak ekspor komoditas tersebut. Strategi ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara pemenuhan energi domestik dan pemanfaatan peluang pasar global.

Lia berharap seluruh rangkaian kebijakan ini dapat terimplementasi dengan optimal agar dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Menurutnya, kombinasi kebijakan fiskal yang disiplin, efisiensi energi, serta inovasi pola kerja akan menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang terus berkembang. @givary

Baca Berita Menarik Lainnya :