VISI.NEWS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung menyelenggarakan debat publik putaran kesatu untuk calon Bupati Bandung 2020, Sabtu (31/10/2020) sore.
Bersama Bernacheta Ginting sebagai moderator, debat kesatu mengusung tema “Peningkatan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Bandung”.
Ketiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati, yaitu no. urut 1 Hj. Kurnia Agustina-Usman Sayogi, no. urut 2 Hj. Yena Iskandar Ma’soem-Atep, dan no. urut 3 H. M. Dadang Supriatna-H. Sahrul Gunawan.
Dari pantauan komentar para penonton debat yang disiarkan secara live TV swasta itu, muncul sejumlah komentar yang menggelitik.
Misalnya saja seperti komentar yang disampaikan oleh Denjaya (48) pemerhati kebijakan publik dari Kec. Rancaekek, Kab. Bandung yang ikut hadir memantau jalannya debat publik di Kopo Squere.
Di menyoroti kebiasaan cabup membaca catatan saat menyampaikan visi dan misi kala debat cabup tersebut.
“Kapan ya calon-calon pemimpin kita bisa tampil di depan podium dengan ‘PD’ (percaya diri, red.) dan tanpa teks sehinga bisa meyakinkan publik. salut untuk ketiga Paslon,” ujarnya.
Ada pula penonton yang menyampaikan harapan agar siapa pun yang menang kontestasi Pilkada 2020 Kabupaten Bandung bisa membawa kepada kemajuan.
Anggota KPU Kab. Bandung Supriatna menjelaskan, setelah debat pada 31 Oktober 2020 rampung digelar, akan dilanjutkan ke putaran selanjutnya, yakni 14 November serta 28 November 2020. Debat nanti juga akan disiarkan secara live oleh salah satu stasiun TV serta di platform media sosial.
Supriatna menyebutkan, debat sesi pertama diperuntukkan bagi calon bupati. Debat sesi kedua ditujukan untuk calon wakil bupati, sedangkan untuk debat sesi ketiga, pasangan calon bupati dan wakil bupati akan beradu gagasan. @bud