Lingkungan Mulai Terganggu, Yayasan PGR Siap Mengadang

Editor :
Eyang Memet (paling depan) menyampaikan seputar pendirian yayasan PGR, di Papakmanggu, Rabu (24/2/2021)./visi.news/apih igun

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Menurut Undang-undang no 23 tahun 1997, Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Dengan latar belakang itulah untuk menjaga lingkungan agar tetap asri, tokoh peduli lingkungan Eyang Memet mendirikan Yayasan Panata Giri Raharja (PGR) Dia optimis, dengan berdirinya yayasan PGR lingkungan bisa terkontrol.

Khususnya wilayah selatan, mulai dari kecamatan Pasirjambu, Ciwidey dan ke amatan Rancabali merupakan wilayah yang potensial baik untuk pariwisata, pertanian dan budaya.

Karena alasan itu pula, untuk memperkuat kekuatan kearifan lokal, dalam menjaga potensi khusus bidang lingkungan, pihaknya mengajak seluruh stakeholder duduk bersama membicarakan hal tersebut.

Mereka terdiri dari para penggiat lingkungan dan tokoh masyarakat Kabupaten Bandung dengan mendeglarasikan Yayasan Panata Giri Raharja (PGR).

“Saya yakin dengan berdirinya yayasan Panata Giri Raharja.ini kearifan lokal dan keasrian lingkungan akan tetap terjaga,” kata Eyang Memet dalam acara yang digelar di saung bibit, kampung Papakmanggu, Desa Cibodas, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Rabu, (24/2/2021).

Pendiri Yayasan Panata Giri Raharja Eyang Memet menegaskan
kondisi lingkungan wilayah Bandung selatan, sudah mulai mengkhawatirkan. Pihaknya bersama para tokoh lainnya di wilayah Bandung Selatan mengaku sayang terhadap kondisi lingkungan di wilayahnya.

“Kita tahu bahwa Bandung Selatan merupakan perhelatan semua sektor mulai dari pertanian, pariwisata dan budaya. Wilayah Bandung selatan, memiliki potensi kekayaan alam yang sangat luar biasa. Sehingga perlu dijaga, akan kearifan lokalnya. Agar tidak dirusak lingkungannya kita sepakat menggagas pertemuan ini agar masyarakat tahu kondisi yang sebenarnya terjadi,” tegasnya.

Eyang Memet menjelaskan, sebagai warga Kabupaten Bandung, pihaknya memiliki kewajiban dan tanggungjawab untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.

Dengan berdirinya Yayasan Panata Giri Raharja, diharapkan menjadi wadah dan penyalur aspirasi masyarakat untuk berperanserta, aktif dalam menjaga lingkungan hidup.

“Saya yakin kepedulian tokoh lainnya juga akan mampu memberikan kontribusi terhadap pengendalian lingkungan dari kerusakan,” pungkas Eyang.¬†@pih

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Persidangan Masih Berjalan, Kuasa Hukum Optimistis

Rab Feb 24 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Proses sengketa Pilkada Kabupaten Bandung masih berjalan di Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia. Pengacara Paslon No. 1, Nia-Usman terus mengikuti dan memantau proses tersebut, hingga MK memutuskan perkara secara objektif dan profesional. Hal tersebut dikatakan Sachrial kuasa hukum Kurnia Agustina- Usman Sayogi, menurutnya, hingga saat ini proses […]