Search
Close this search box.

Lonjakan Saham Penambang Bitcoin Usai Anthropic Siap Galang Dana Rp300 Triliun

Bitcoin./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Saham perusahaan penambang Bitcoin melonjak tajam setelah kabar rencana pendanaan raksasa perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic memicu optimisme baru di sektor teknologi. Sentimen positif ini muncul seiring meningkatnya minat investor global terhadap infrastruktur AI, yang kini juga digeluti sejumlah perusahaan tambang kripto.

Anthropic, pengembang chatbot AI Claude, dikabarkan tengah bersiap menggalang dana segar sekitar 20 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp300 triliun dalam putaran pendanaan terbarunya. Informasi tersebut dilaporkan Financial Times pada Selasa (28/1/2026) dini hari waktu setempat. Nilai tersebut dua kali lipat dari target awal perusahaan yang sebelumnya hanya membidik pendanaan 10 miliar dolar AS.

Putaran pendanaan ini diperkirakan akan mendongkrak valuasi Anthropic hingga mencapai sekitar 350 miliar dolar AS. Perusahaan berbasis di San Francisco itu disebut mendapat respons luar biasa dari investor, mencerminkan besarnya antusiasme pasar terhadap pengembangan dan penerapan teknologi AI generatif.

Menurut sumber yang dikutip Financial Times, sekitar 10 hingga 15 miliar dolar AS dari dana segar tersebut akan diterima Anthropic paling cepat pada Selasa, sementara sisanya akan dirampungkan dalam beberapa pekan ke depan. Kesepakatan ini dipimpin oleh sovereign wealth fund Singapura, GIC, bersama investor asal Amerika Serikat, Coatue. Sequoia Capital juga disebut menyuntikkan dana dalam jumlah signifikan.

Kabar ini langsung berdampak ke pasar saham, khususnya perusahaan penambang Bitcoin yang telah bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur AI dan high-performance computing (HPC). Investor melihat peluang besar dari peralihan model bisnis tersebut di tengah melonjaknya kebutuhan pusat data untuk AI.

Saham IREN dan Cipher Mining masing-masing melesat lebih dari 12 persen pada perdagangan Selasa. Sementara itu, Hut 8 dan TeraWulf juga mencatat kenaikan kuat, masing-masing lebih dari 8 persen. Lonjakan ini mencerminkan kepercayaan pasar bahwa penambang Bitcoin dapat memanfaatkan aset energi dan pusat data mereka untuk mendukung ekosistem AI.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Kementerian Perdagangan Arab Saudi Lakukan 17.500 Inspeksi di Makkah–Madinah

Tak hanya saham, aset kripto yang berkaitan dengan AI juga ikut menguat. Token Near Protocol (NEAR), yang kerap dikaitkan dengan pengembangan aplikasi berbasis AI dan Web3, tercatat mengalami kenaikan moderat seiring sentimen positif tersebut.

Anthropic sendiri bukan pemain baru dalam menarik minat investor besar. Sebelumnya, raksasa teknologi Microsoft telah menyatakan komitmen investasi senilai 10 miliar dolar AS ke perusahaan ini, sementara Nvidia—produsen chip AI terkemuka dunia—juga telah menanamkan dana sekitar 5 miliar dolar AS.

Analis menilai derasnya arus modal ke Anthropic menegaskan posisi AI sebagai sektor primadona global saat ini. Dampaknya pun meluas, termasuk ke industri kripto, khususnya penambang Bitcoin yang mulai memosisikan diri sebagai tulang punggung infrastruktur komputasi masa depan.

Dengan semakin kaburnya batas antara industri kripto dan AI, pasar kini melihat kolaborasi kedua sektor ini sebagai sumber pertumbuhan baru. Lonjakan saham penambang Bitcoin menjadi sinyal bahwa transformasi menuju infrastruktur AI mulai mendapat pengakuan serius dari investor global.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :