Search
Close this search box.

Ma Dede (70) Tinggal di Rutilahu, Katarak dan Harus Mengurus Dua Orang Cucu

Ma Dede warga Kabupaten Bandung yang perlu mendapat perhatian. /visi.news/ist

Bagikan :

@visi.news

#tiktokberita #visinews Ma Dede (70) Tinggal di Rutilahu, Katarak, dan Harus Mengurus Dua Cucu.

♬ suara asli – VISI.NEWS – VISI.NEWS

 

 

VISI.NEWS – Sejak ditinggal suaminya, Ma Dede Maryati (70), warga Kp. Jatimakmur, RT-05/RW-02, Desa Malasari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, harus menjadi kepala rumah tangga. Ia harus menghidupi dua cucu satu perempuan Clasika Nanda Irawan (14) dan satu laki-laki Ridwan (12), yang satu diantaranya yatim piatu.

Dengan beban dua orang anak, dan tidak punya penghasilan tetap, kehidupan Ma Dede, samakin hari semakin terpuruk. Rumah yang dibangun suaminya, sudah tidak layak huni, dan dirinya juga mulai tidak layak jalan karena pandangannya mulai terganggu. Sudah beberapa tahun ini, penyakit katarak yang menyerangnya semakin membuat pandangannya memburuk.

Abdi mah teu palay nanaon, palay beunta we (Saya tidak ingin apa-apa, hanya ingin melihat saja)” ungkap Ma Dede, Sabtu (3/7/2021).

Warga setempat juga banyak yang merasa prihatin atas kehidupan Ma Dede, bantuan kecil-kecilan tak jarang diberikan warga untuk nenek tersebut.

Acim, dari Komunitas Munding Dongkol (KMD), merasa sangat prihatin melihat kondisi Ma Dede baik rumah maupun kesehatannya. “Awalnya kita mendapat informasi dari teman ada seorang ibu berusia 70 tahun, yang rumahnya tidak layak huni, punya penyakit katarak dan mengasuh salah satu cucunya yang yatim piatu,” ungkap Acim.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, kata Acim, di desa tersebut sedikitnya ada 20 rumah yang tidak layak huni, namun yang paling parah rumah miliknya Ma Dede.

Maka, setelah berembuk dengan komunitasnya, mereka melihat kondisi rumah Ma Dede. Setelah itu, Acim memposting kondisi nenek tersebut, dan tidak lama kemudian ada donator yang siap merehab rumah Ma Dede secara total.

“Alhamdulillah setelah diposting, ada yang merespon, Ibu Hajah Neneng Tarno. Beliau menyatakan kesiapannya memberikan sumbangan untuk merehab bangunan rumah yang sudah tidak layak huni ini,” ungkap Acim. “Alhamdulillah, bantuan dari Ibu Hajah Neneng sudah datang dan sekarang sudah mulai diproses untuk rehab bangunan Ma Dede”.

Satu masalah nenek teratasi, namun Acim mengaku masih bingung untuk mengobati kataraknya, karena Ma Dede sangat berharap bisa melihat lagi. “Mungkin kalau bisa untuk mengobati kataraknya, kita sangat berharap ada bantuan dari Ibu Bupati. Mudah-mudahan akan menjadi kenang-kenangan indah dari Ibu Bupati bagi Ma Dede kalau bisa kembali normal,” ungkapnya.

Ma Dede sendiri, kata Acim, sudah hampir 20 tahun tinggal di kampung tersebut, seperti warta lainnya waktu ia masih sehat berinteraksi dengan ibu-ibu lainnya. Namun sekarang, penghasilan tidak ada, dan harus menghidupi dua orang cucu, sehingga menjadi beban dalam kehidupannya.

“Nanti setelah rumah dan pandangannya bisa kembali melihat, kita juga memikirkan bagaimana untuk masa depan cucu-cucunya ini. Semoga ada pihak-pihak yang bisa membantu juga,” harapnya.

Sementara itu, donasi rutilahu Hj. Neneng Tarno ketika dihubungi mengatakan, ia sangat terenyuh melihat kondisi Ma Dede. “Setelah saya melihat postingan rumahnya, saya sangat terenyuh untuk membantu membuatkan rumahnya yang lebih layak. Mungkin ini qodratullah, cara Alloh memberitahu saya agar bisa menyisihkan uang untuk membantunya,” ungkapnya.@alfa/asa

Baca Berita Menarik Lainnya :