Search
Close this search box.

Mahasiswa FKOR UNS Unjuk Rasa Protes Somasi MWA ke Dekan FKOR

Mahasiswa FKOR UNS menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung "dokter Prakosa" kantor rektorat kampus Kentingan./visinews/tok suwarto

Bagikan :

VISI.NEWS | SOLO – Proses pemilihan rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, periode 2023-2027 yang sudah dinyatakan final, berbuntut aksi unjuk rasa mahasiswa dan sejumlah dosen Fakultas Keolahragaan (FKOR).

Pemicunya, somasi Majelis Wali Amanat (MWA) yang di antaranya tertuju kepada dekan FKOR, Dr. Sapta Kunta Purnama, karena dianggap menyebarkan berita bohong seolah-olah ada kecurangan dalam pemilihan rektor dan hal itu dinilai mencemarkan nama baik lembaga MWA.

Ratusan orang mahasiswa dan beberapa dosen FKOR, Kamis (2/2/2023), menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung “dokter Prakosa”, kantor rektorat kampus UNS Kentingan.

Massa mahasiswa, sambil membentangkan spanduk dari kain panjang dan sejumlah poster, meneriakkan protes terhadap MWA yang mengeluarkan somasi kepada Dr. Sapta Kunta dan menuntut MWA agar mencabut somasi tersebut paling lambat 2 kali 24 jam.

“Kami keluarga besar FKOR UNS yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan alumni, berkumpul di sini menuntut bertemu langsung dengan Wakil Ketua MWA,.Prof. Hasan Fauzi. Kami menolak berdialog melalui perantara, apalagi dengan kuasa hukum. Kami menyampaikan keresahan dan kemarahan, terkait somasi yang dilayangkan MWA kepada pimpinan tertinggi kami di FKOR, Dr. Sapta Kunta Purnama,” ujar seorang mahasiswa semester 12, Rohadi Setyo Wibowo, yang membacakan salah satu butir pernyataan sikap di depan Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho.

Para pengunjuk rasa menyatakan, mereka tidak terima pimpinan tertinggi di FKOR diberi somasi atas tuduhan yang mereka sebut tidak masuk akal, yaitu MWA menganggap Dr. Sapta Kunta menyebarkan berita bohong, mencemarkan nama baik MWA, dan menimbulkan keresahan dan keonaran.

“Anggapan MWA itu hanya berdasarkan komentar di grup WhatsApp yang jelas-jelas tidak menyebutkan nama atau menyudutkan pihak mana pun. Bahkan, pimpinan MWA menolak menemui pimpinan kami pada 9 Januari 2023, yang datang untuk meminta penjelasan tentang somasi ini,” ujar Setyo Wibowo lagi.

Baca Juga :  Update! Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp16.000 per Gram

Aksi unjuk rasa yang dimulai pukul 10.00 dan berlangsung hampir 2 jam, gagal bertemu dengan Wakil Ketua MWA, Prof. Hasan Fauzi karena tidak ada seorang pun pimpinan dan anggota MWA yang masuk kantor. Bahkan, kantor MWA yang berada di sisi tenggara Gedung “dokter Prakosa” tutup dan pintunya terkunci.

Di depan para pengunjuk rasa yang terus menerus meneriakkan yel-yel sambil menyanyi yang diplesetkan dengan tuntutan, rektor UNS berjanji menyampaikan langsung tuntutan para mahasiswa kepada MWA.

“Saat ini tidak ada pimpinan dan anggota MWA yang di kantor. Perwakilan mahasiswa silakan melihat kantor MWA yang terkunci. Saya akan membantu menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan mahasiswa ke MWA agar kondisi kampus tetap kondusif,” ujar Prof. Jamal Wiwoho.

Setelah perwakilan mahasiswa yang didampingi salah seorang dosen FKOR, Dr. Haris Nugroho, menyaksikan ruang-ruang kantor MWA tertutup dan terkunci, para pengunjuk rasa pun bubar dengan tertib.

Sebelum meninggalkan kantor rektorat, pengunjuk rasa menempel kertas bertuliskan “Kantor MWA Disegel”. @tok

Baca Berita Menarik Lainnya :