Search
Close this search box.

Mandul di Jepara! Borneo FC Gagal “Kudeta” Persib

Ilustrasi. /visi.news/ai

Bagikan :

VISI.NEWS | JEPARA – Ambisi Borneo FC Samarinda untuk merebut puncak klasemen BRI Super League kembali tersendat. Bertandang ke markas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (17/5/2026) malam WIB, Pesut Etam dipaksa puas bermain imbang tanpa gol dalam laga penuh tensi dan tekanan.

Hasil 0-0 ini menjadi pukulan telak bagi Borneo FC yang sebelumnya berharap bisa menempel ketat bahkan menyalip Persib Bandung di papan atas klasemen. Tambahan satu poin membuat tim asal Samarinda itu kini mengoleksi 76 poin, tertinggal dua angka dari Persib yang sukses menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persijap tampil percaya diri di hadapan publik sendiri. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat langsung menekan lini pertahanan Borneo melalui agresivitas Alexis Nahuel Gomez dan Sudi Abdallah. Serangan demi serangan dilancarkan untuk mengganggu konsentrasi lini belakang Pesut Etam.

Namun setelah delapan menit laga berjalan, Borneo mulai menemukan ritme permainan. Koldo Obieta mencoba membuka keunggulan lewat sepakan jarak jauh, tetapi bola masih melambung tipis di atas mistar gawang Persijap.

Persijap tak tinggal diam. Carlos Franca ikut mengancam lewat tembakan dari area depan kotak penalti. Sayangnya, upaya tersebut masih belum cukup merepotkan penjaga gawang tim tamu, Nadeo Argawinata.

Laga Berlangsung Keras

Laga kemudian berlangsung keras dan intens di lini tengah. Kedua tim sama-sama kesulitan membongkar pertahanan lawan meski beberapa peluang emas tercipta.

Borneo hampir memecah kebuntuan lewat spesialis bola mati Juan Villa. Tendangan bebasnya mengarah tajam ke sudut gawang, namun berhasil ditepis gemilang oleh kiper Persijap, Muh Ardiansyah, yang tampil luar biasa sepanjang pertandingan.

Tak berhenti di situ, Mariano Peralta juga memperoleh kesempatan emas. Tetapi lagi-lagi Muh Ardiansyah menjadi tembok kokoh bagi Persijap setelah berhasil mengamankan bola dengan penyelamatan refleks cepat.

Baca Juga :  Tak Dampingi Tim, Hodak: Tidak Ada Masalah

Memasuki babak kedua, Persijap justru tampil semakin agresif. Carlos Henrique, Alexis Nahuel, Dicky Kurniawan, hingga Sudi Abdallah silih berganti menggempur pertahanan Borneo FC. Atmosfer Stadion Gelora Bumi Kartini pun memanas dengan dukungan penuh suporter tuan rumah.

Di sisi lain, Borneo FC tampak kesulitan keluar dari tekanan. Permainan cepat dan pressing ketat Persijap membuat Pesut Etam lebih banyak bertahan dan hanya mengandalkan serangan sporadis yang mudah dipatahkan lini belakang lawan.

Peluang terbaik Borneo baru hadir di masa injury time babak kedua. Pemain pengganti Jose Cleyton melepaskan tembakan keras yang sempat membuat stadion terdiam. Namun Muh Ardiansyah kembali menjadi pahlawan setelah melakukan penyelamatan krusial untuk menjaga gawang Persijap tetap steril.

Hingga wasit meniup peluit panjang, skor kaca mata 0-0 tetap bertahan. Persijap berhasil mencuri perhatian lewat performa disiplin dan penuh determinasi, sementara Borneo FC harus menelan kekecewaan besar karena gagal memanfaatkan peluang untuk menekan Persib Bandung dalam perburuan gelar juara.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :