Masih Seputar “Ngadu Bako” Pilkada Tasikmalaya, Deni R Sagara, “Biarkan Takdir yang Bicara”

Wakil Bupati Tasikmalaya Pergantian antar-sisa waktu, Deni R Sagara./visi.news/budi s. ombik
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – “Ngawangkong” atau obrolan ringan di sebuah tempat nongkrong Jalan Martadinata, Indihiang Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, tercetus pernyataan menarik dalam perhelatan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kabupaten Tasikmalaya.

Sejumlah nama telah ramai diperbincangkan, bahkan melakukan kegiatan pencitraan pada publik. Sepak terjang pegiat politik pun tak mau ketinggalan untuk menyusun langkah strategi kemenangan balon yang akan diusungnya.

Beberapa di antaranya ada yang sudah menyodorkan nama untuk dijadikan balon (bakal calon) pada pesta akbar tersebut. Kriteria orang yang akan diusungnya, harus benar-benar memiliki ketangguhan untuk membawa Kabupaten Tasikmalaya ke sebuah perubahan besar yang lebih maju.

Pesta demokrasi tanggal 9 Desember 2020 yang akan datang, menyisakan rentang waktu cukup lama. Meski demikian, pertemuan ke pertemuan dari para balon sudah terdengar gaungnya.

Bahkan di antaranya ada yang masih mencari bendera partai tambahan pengusung. Ada pula yang mencari pasangan siap maju di pesta akbar. Hingga meminta doa restu syekh, ulama, dan kiai.

Dalam benaknya tampaknya sudah terlintas satu keyakinan bahwa berkat doa mereka (syekh, ulama, dan kiai), dipastikan lolos. Tak terlintas bahwa pengesahannya berada di tangan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Demikian argumen “ngadu bako” dengan para politikus serta Wakil Bupati terpilih pergantian antar waktu, Deni R Sagara. Ngobrol santai sambil minum kopi hitam hangat, digagasnya untuk menemukan sosok pemimpin ideal, berani, serta memiliki setumpuk gagasan.

Hadir dalam kesempatan Itu yakni politikus Daud serta Imam Budi keduanya dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Tasik, Dodo Alwinara, Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tasikmalaya, Duddy RS penggiat literasi Tasikmalaya juga Abdul Latif dari kalangan insan pers.

Sebelum memasuki obrolan memanas ke arah pilkada kabupaten dan menunggu kedatangan sang “dedengkot” politisi senior dari P3, Basuki Rakhmat, perbincangan sudah mengarah ke sosok orang kuat untuk membawa perubahan dahsyat.

Saat Deni Sagara disodori pernyataan bahwa “rengrengan ngadu bako” sepakat mengusungnya untuk maju, dia berkilah biarkan itu berjalan apa adanya.

“Biarkan takdir yang bicara. Hanya garis Allah-lah yang bisa menuntunnya ke arah sana,” katanya.

Jika, tambahnya, takdir harus masuk ke lingkaran itu. Apa boleh buat. Yang kita tunggu adalah, adakah partai pengusung yang akan membawa dirinya ikut dalam perhelatan itu.

“Jika ada partai yang mau mengusung saya. Apa boleh buat. Ini sudah garis tangan Allah yang menciptakan semuanya,” ungkapnya berapi-api.

Menyinggung para balon yang lebih dulu memproklamirkan diri ikut dalam perhelatan pilkada, Deni berpendapat, itulah demokrasi. Dimana semua memiliki hak yang sama.@bik

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Weureu (4)

Rab Agu 5 , 2020
Jangan Lupa BagikanRekacipta Fendy Sy Citrawarga   “NU kitu patut mah tong dibéja-béja atuh satéh Darsép!” “Naon téa, Jin?” “Heueuh cingogo.” “Na saha nu ngabéja-béja cingogo?” “Saha! Pan ceuk uing kamari, rupa-rupa pisan si Darsép. Sok geura dongéngkeun kumaha lalakon si Codét weureu téh?” “Ceuk manéh, kieu Jin. Si Codét […]