VISI.NEWS | BANDUNG – Laga Persib Bandung vs Persija Jakarta dalam lanjutan Kompetisi BRI Liga 1 2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026), tidak hanya menjadi perhatian karena rivalitas kedua klub. Pertandingan ini juga menjadi ujian pengelolaan keamanan, mengingat status laga dipindahkan dari Jakarta ke Samarinda.
Polresta Samarinda menyiapkan 620 personel gabungan untuk mengawal pertandingan tersebut. Kekuatan pengamanan berasal dari Polresta Samarinda, Brimob, Kodim 0901, Denpom, serta tambahan 60 personel dari Polres Kukar. Langkah ini menunjukkan bahwa aparat membaca laga Persija dan Persib sebagai pertandingan berisiko tinggi, terutama karena fanatisme besar dari kedua kelompok pendukung.
“Kami menyiapkan pasukan dalam jumlah besar untuk mengantisipasi segala kemungkinan. Kami juga berkoordinasi dengan Polresta Balikpapan guna memantau pergerakan suporter,” tegas Kombes Pol Hendri Umar usai rapat koordinasi lintas sektoral di Mapolresta Samarinda.
Konteks pemindahan venue juga menjadi bagian penting. Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyebut pertandingan yang semula menempatkan Persija sebagai tuan rumah tidak digelar di Jakarta karena situasi keamanan dinilai rawan. Stadion Segiri kemudian dipilih berdasarkan arahan Mabes Polri dan persetujuan operator Liga 1.
“Karena kondisi keamanan di Jakarta dianggap rawan, pertandingan yang seharusnya menempatkan Persija sebagai tuan rumah dipindahkan ke Stadion Segiri. Ini merupakan arahan langsung dari Mabes Polri yang telah disetujui oleh operator Liga 1,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan teknis, Persija menyerahkan urusan penyelenggaraan kepada Steward Service Officer Borneo FC. Polresta Samarinda juga menggandeng TNI, Damkar, Dishub, dan Dinas Kesehatan. Pola koordinasi lintas lembaga ini penting untuk memastikan pengamanan tidak hanya berfokus di dalam stadion, tetapi juga pada arus penonton, jalur kedatangan, dan kesiapan layanan darurat.
Regulasi pembatasan tim tamu turut menjadi perhatian. Hanya pendukung Persija atau Jakmania dan penonton umum yang diperbolehkan hadir. Polisi menyebut telah berkomunikasi dengan perwakilan suporter kedua tim.
“Viking (pendukung Persib) sudah berkomitmen untuk tidak hadir di stadion karena status tim mereka sebagai tim away. Sementara Jakmania akan ikut mengawal agar situasi tetap kondusif,” tambahnya.
Dari sisi kapasitas, panitia menyesuaikan kuota tiket dari rencana awal 9.000 penonton menjadi 7.500 tiket umum. Sebanyak 1.500 tiket lainnya dialokasikan untuk tamu undangan dan sponsor. Pembelian tiket diatur oleh SSO Persija agar penonton yang hadir terverifikasi.
“Rekan-rekan Jakmania di Samarinda akan memastikan penonton yang hadir adalah anggota asli atau masyarakat lokal. Kami ingin memastikan laga ini berjalan aman, tertib, dan menghibur,” jelas Kapolres.
Dengan skema tersebut, laga ini menjadi gambaran bahwa pertandingan berisiko tinggi membutuhkan pengamanan berlapis, pembatasan suporter, dan verifikasi penonton agar rivalitas tetap berada dalam koridor olahraga. @desi