Search
Close this search box.

Matcha, Si Hijau Kaya Manfaat yang Ternyata Mengandung Kafein

Ilustrasi./visi.news/freepik.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Matcha kini menjadi primadona baru di dunia minuman kekinian. Popularitasnya meroket di media sosial dengan hadirnya berbagai varian seperti matcha latte, matcha soda, hingga cocktail matcha seperti Matcha-rita. Namun, di balik cita rasanya yang khas dan warna hijaunya yang menenangkan, matcha ternyata mengandung kafein.

Matcha merupakan bubuk teh hijau yang diolah dari daun teh berkualitas tinggi yang ditanam di tempat teduh. Proses ini meningkatkan kandungan klorofil dan L-theanine, zat yang memberi rasa umami serta membantu menstabilkan efek kafein.

Menurut Kristina Tucker dari The Republic of Tea, kadar kafein dalam matcha bergantung pada jenis dan cara penyajiannya. Matcha seremonial, misalnya, dapat mengandung antara 30 hingga 60 miligram kafein per sajian.

Sebagai perbandingan, secangkir kopi umumnya mengandung 95 hingga 200 miligram kafein. Artinya, meskipun matcha dianggap sebagai sumber energi yang lebih ringan dibanding kopi, tetap ada risiko efek stimulan terutama bagi mereka yang sensitif terhadap kafein.

Yang menarik, berkat kandungan L-theanine, kafein dalam matcha cenderung memberikan efek yang lebih stabil, tanpa rasa gelisah atau jantung berdebar seperti yang kerap dirasakan setelah minum kopi.

Namun, sebagian orang tetap melaporkan sulit tidur setelah mengonsumsi matcha, terutama di malam hari. Untuk itu, ada beberapa cara aman menikmati matcha tanpa khawatir susah tidur:

1. Gunakan takaran kecil, semakin sedikit bubuk matcha, semakin rendah kandungan kafeinnya.

2. Campur dengan susu atau plant-based milk, ini akan membantu mengencerkan kafein dan menambah kelembutan rasa.

3. Tambahkan bahan alami penyeimbang, jahe, chia seed, atau madu bisa membantu menetralkan efek stimulan.

Meski matcha menawarkan pengalaman minum teh yang lebih modern dan menenangkan, tetap penting untuk mengonsumsinya secara bijak, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap kafein atau memiliki masalah tidur. @ffr

Baca Juga :  Program Penjaringan Data Guru 2026 Resmi Dibuka Pemerintah

 

Baca Berita Menarik Lainnya :