VISI.NEWS | KUNINGAN — Peta layanan transportasi online di Jawa Barat kembali meluas. Aplikator transportasi daring Maxim resmi beroperasi di Maleber, Kabupaten Kuningan, membuka akses layanan digital bagi masyarakat di wilayah yang selama ini belum banyak tersentuh ekosistem ride-hailing.
Kehadiran Maxim di Maleber bukan sekadar ekspansi bisnis, tetapi juga dibaca sebagai sinyal perubahan pola mobilitas di kawasan penyangga pedesaan yang mulai terkoneksi dengan layanan ekonomi digital.
Dengan menawarkan tarif yang diklaim terjangkau dan berbagai pilihan layanan, Maxim menargetkan menjadi alternatif transportasi sekaligus pendukung aktivitas ekonomi warga.
Sejumlah layanan langsung diperkenalkan di Maleber, mulai dari layanan transportasi penumpang seperti Maxim Bike, Maxim Car, hingga Maxim Car L yang dapat mengangkut maksimal enam penumpang.
Tak hanya layanan antar jemput penumpang, perusahaan juga membawa layanan berbasis kebutuhan harian seperti Food and Shop untuk pemesanan makanan dan belanja dari restoran maupun toko, Delivery untuk pengiriman barang menggunakan motor, serta Car Delivery untuk pengiriman barang skala lebih besar menggunakan mobil.
Peluncuran operasional ditandai dengan perjalanan pertama layanan Maxim Bike dengan rute dari Alun-Alun Desa Kutaraja menuju Jalan Desa Mekarwangi.
Meski sederhana, rute perdana itu menjadi simbol dimulainya era baru transportasi digital di Maleber.
Pihak Maxim menilai kawasan ini memiliki potensi besar, baik dari sisi mobilitas masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi lokal.
Head of Subdivision Maxim Maleber, Mukti Cahyadi, mengatakan kehadiran layanan ini mendapat respons positif dari masyarakat sejak awal diperkenalkan.
“Kami sangat bangga dapat menghadirkan layanan Maxim secara resmi bagi warga Maleber. Kehadiran kami bukan sekadar menyediakan opsi transportasi baru, tetapi juga mendukung mobilitas harian masyarakat serta membantu menggerakkan roda ekonomi lokal,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada VISI.NEWS, Selasa (28/4/2026)
Menurutnya, Maleber memiliki potensi berkembang sebagai pasar baru layanan transportasi digital, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan yang cepat dan efisien.
Lebih dari sekadar mengangkut penumpang, Maxim juga membidik peran sebagai penggerak ekonomi mikro melalui layanan pesan-antar dan logistik.
Bagi pelaku usaha kecil, pedagang makanan, hingga toko lokal, layanan seperti Food and Shop dinilai membuka peluang menjangkau konsumen lebih luas tanpa harus mengandalkan kunjungan fisik.
Masuknya platform digital seperti Maxim juga dipandang sejalan dengan tren digitalisasi daerah, di mana wilayah-wilayah nonperkotaan mulai terkoneksi dengan model layanan berbasis aplikasi.
Masyarakat Maleber kini dapat mengakses layanan Maxim melalui aplikasi yang tersedia di berbagai platform seperti Play Store, App Store, Galaxy Store, App Gallery, dan GetApps.
Untuk menarik pengguna baru, Maxim juga menawarkan promo saldo Rp200.000 melalui kode MAXIM, yang dapat digunakan sebagai potongan hingga 10 persen dari biaya perjalanan sesuai ketentuan di aplikasi.
Strategi ini diyakini menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan layanan sekaligus mendorong adopsi masyarakat terhadap transportasi berbasis aplikasi.
Tak hanya membidik pengguna, Maxim juga membuka peluang ekonomi baru melalui rekrutmen mitra pengemudi.
Masyarakat Maleber dan sekitarnya diajak bergabung sebagai driver untuk memperoleh penghasilan tambahan, seiring meningkatnya kebutuhan layanan transportasi dan pengiriman.
Langkah ini dinilai berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi lokal baru, di mana teknologi tidak hanya menjadi alat konsumsi, tetapi juga sumber produktivitas.
Ekspansi ke Maleber menambah daftar wilayah di Jawa Barat yang mulai dilayani Maxim, sekaligus menunjukkan persaingan transportasi online kini tak lagi hanya terjadi di kota-kota besar.
Desa dan kawasan semi-perkotaan kini menjadi frontier baru.
Dengan masuknya layanan ini, warga Maleber tak hanya mendapat opsi transportasi baru, tetapi juga ikut tersambung ke ekosistem ekonomi digital yang selama ini identik dengan kota besar.
Di tengah transformasi mobilitas yang terus bergerak, kehadiran Maxim di Maleber menjadi penanda satu hal: digitalisasi kini tak lagi berhenti di kota. Ia mulai masuk desa.
@uli