Search
Close this search box.

Menelusuri Jejak Rasul di Galeri Al Jabbar

Melalui teknologi modern dan narasi edukatif, pengunjung diajak menelusuri jejak kehidupan Rasulullah SAW dari masa pra-kenabian hingga penyebaran Islam di Nusantara. /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Ingin mengenal perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dengan cara yang ringan dan mengasyikkan? Galeri Rasulullah yang berada di kawasan Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung, bisa menjadi pilihan wisata religi yang berbeda dari biasanya.

Galeri ini menawarkan pengalaman edukatif dengan memadukan kisah sejarah Rasulullah SAW dan sentuhan teknologi modern. Pengunjung diajak menyusuri perjalanan hidup Nabi, mulai dari masa sebelum kenabian hingga penyebaran Islam di Nusantara, melalui sajian visual yang menarik dan mudah dipahami.

Di dalam Galeri Rasulullah, terdapat beberapa zona utama yang masing-masing mengangkat fase penting dalam sejarah kenabian. Setiap zona dirancang layaknya perjalanan waktu, sehingga pengunjung dapat mengikuti alur cerita secara runtut dan menyenangkan.

Zona Pra-Kenabian menjadi pembuka perjalanan. Di area ini, pengunjung diperkenalkan pada gambaran kondisi Makkah sebelum Islam, kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW, Gua Hira, hingga sejarah Ka’bah yang menjadi pusat peradaban umat Islam.

Memasuki Zona Kenabian, pengunjung diajak mengenal perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Mulai dari dakwah secara sembunyi-sembunyi, dakwah terbuka, peristiwa Isra Mi’raj, hingga momen penting seperti Perang Badar disajikan secara visual dan informatif.

Perjalanan berlanjut ke Zona Madinah yang mengulas fase hijrah dan perkembangan Islam. Di zona ini, ditampilkan kisah Piagam Madinah serta proses persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Ansar yang menjadi fondasi masyarakat Islam yang berkeadilan.

Zona Akhir dan Nusantara menghadirkan cerita penyebaran Islam hingga ke tanah air. Pengunjung dapat mengenal peran tokoh-tokoh Islam di Jawa Barat dan Nusantara, sekaligus melihat bagaimana nilai-nilai Islam berpadu dengan kearifan lokal dan budaya setempat.

Untuk memperkaya pengalaman, galeri ini dilengkapi teknologi modern seperti video mapping, diorama, layar interaktif, dan animasi visual. Berbagai replika benda bersejarah, seperti gua dan tempat peristirahatan Nabi, turut dihadirkan agar pengunjung dapat merasakan suasana sejarah secara lebih nyata.

Baca Juga :  Alur Lengkap SPMB Jateng 2026 dari Awal Pendaftaran

Tak hanya menyajikan sejarah, Galeri Rasulullah juga mengangkat pesan moderasi beragama. Nilai Islam yang damai, toleran, dan harmonis dengan budaya lokal disampaikan secara halus, sehingga relevan bagi pengunjung dari berbagai latar belakang.

Menariknya, kunjungan ke Galeri Rasulullah tidak dipungut biaya. Pengunjung umumnya hanya perlu melakukan pendaftaran melalui aplikasi Sapawarga. Dengan konsep yang modern dan ramah pengunjung, Galeri Rasulullah Masjid Raya Al Jabbar menjadi destinasi wisata religi yang patut dikunjungi bersama keluarga maupun komunitas.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :