VISI.NEWS – Meski air Sungai Citarum sedang surut, pihak Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, tetap waspada dan menyiapkan sarana untuk evakuasi korban setiap saat.
“Alhamdulillah, sekarang tidak ada banjir di semua desa di Dayeuhkolot, tapi kami tetap siaga,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Sosial Budaya Kecamatan Dayeuhkolot, Sri Krisnawati, kepada VISI.NEWS, Senin (31/5/2021).
Menurut Sri, dari lima desa dan satu kelurahan di Dayeuhkolot, kalau musim banjir tiga desa dan satu kelurahan menjadi langganan banjir. Ketiga desa itu, Dayeuhkolot, Citeureup, Cangkuang Wetan dan Kelurahan Pasawahan.
“Namun setelah adanya kolam retensi, genangan air tidak lama seperti dulu. Sekarang kalau banjir sahari dua hari sudah kering lagi,” ucapnya.
Sri mengatakan, sebelum adanya kolam retensi, pernah kejadian dalam satu tahun hanya dua bulan Dayeuhkolot tidak tergenang air. Karena, kawasan ini merupakan daerah yang cukup rendah di Kabupaten Bandung selain Baleendah.
“Kami sendiri berharap baik pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat bisa benar-benar menuntaskan masalah banjir di Dayeuhkolot ini, ” pungkasnya. @alfa












