VISI.NEWS | JAKARTA – Meta menyatakan dukungannya terhadap regulasi yang melindungi remaja di ruang digital, namun menolak kebijakan yang membatasi akses teknologi bagi mereka. Pernyataan ini disampaikan oleh Simon Milner, Wakil Presiden Kebijakan Publik Meta untuk Asia-Pasifik, usai bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid pada Selasa (11/3/2025).
Menurut Milner, Meta mendukung kebijakan keselamatan remaja di dunia digital, tetapi menilai pembatasan akses bukanlah solusi terbaik. Ia juga mengkritisi pemerintah yang hingga kini belum secara terbuka membagikan rancangan regulasi tersebut kepada pemangku kepentingan.
“Meta mendukung regulasi terkait keselamatan remaja di dunia daring, namun membatasi akses terhadap teknologi bagi jutaan remaja di Indonesia bukan solusi yang tepat,” ujar Milner dalam sebuah keterangan, Rabu (12/3/2025).
Meta mendorong adanya konsultasi publik yang melibatkan berbagai pihak, termasuk orang tua, organisasi masyarakat sipil, dan industri teknologi. Alih-alih membatasi akses, Milner mengusulkan solusi lain berupa verifikasi usia di toko aplikasi dan sistem operasi sebagai langkah efektif dalam melindungi pengguna muda.
Sebagai bentuk komitmennya terhadap keamanan digital remaja, Meta telah meluncurkan berbagai fitur di platformnya. Salah satunya adalah Teen Account di Instagram, yang secara otomatis membatasi interaksi dan konten yang dapat diakses oleh remaja di bawah 16 tahun. Akun ini juga membutuhkan izin orang tua untuk mengubah pengaturan privasi.
Selain itu, Meta juga memperkenalkan fitur Rekomendasi Ulang, yang memungkinkan pengguna untuk menyetel ulang rekomendasi konten di Explore, Reels, dan Feed. Fitur ini memberi kebebasan bagi pengguna untuk mengatur kembali preferensi mereka, termasuk meninjau dan berhenti mengikuti akun yang tidak diinginkan.
Dengan berbagai upaya tersebut, Meta menegaskan bahwa mereka tidak menunggu regulasi untuk menerapkan perlindungan bagi remaja, melainkan terus mengembangkan fitur keamanan yang lebih baik guna menciptakan ruang digital yang aman bagi anak muda. @ffr