Search
Close this search box.

Metropolitano Terdiam: Real Betis Putus Rekor Kandang Atletico dalam Duel Sarat Luka Lama

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG Estadio Metropolitano menjadi saksi runtuhnya satu rekor penting Atletico Madrid pada Senin (9/2/2026) dini hari WIB. Real Betis datang dengan luka yang masih segar, namun pulang membawa kemenangan 1-0 yang bukan hanya bernilai tiga poin, melainkan juga simbol kebangkitan mental setelah dihajar telak di ajang berbeda.

Laga ini menjadi ujian karakter bagi kedua tim. Atletico Madrid berambisi mempertahankan rekor sempurna kandang mereka di LaLiga, sementara Betis datang membawa memori pahit kekalahan 0-5 dari lawan yang sama hanya tiga hari sebelumnya. Di atas kertas, tuan rumah diunggulkan. Namun sepak bola kembali menunjukkan wajah tak terduganya.

Atletico langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Intensitas tinggi membuat Betis lebih banyak bertahan pada 15 menit pertama. Ademola Lookman hampir membuka keunggulan lebih cepat, tetapi peluang itu gagal berbuah gol. Perlahan, Betis mulai keluar dari tekanan dan menemukan ritme permainan mereka.

Kesempatan emas justru datang dari kubu tamu. Cédric Bakambu dua kali lolos dari kawalan lini belakang Atletico, namun Jan Oblak masih mampu menjaga gawangnya tetap aman. Momen krusial akhirnya hadir pada menit ke-28, ketika Antony melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang mengubah arah laga.

Antony mengatakan, “Kami datang ke sini dengan harga diri yang terluka, dan satu-satunya cara menjawabnya adalah dengan kemenangan.”

Gol tersebut membuat Atletico tampak kehilangan ketenangan. Meski sempat mencetak gol lewat Lookman, harapan tuan rumah kembali pupus setelah wasit menganulirnya karena offside. Ketegangan mulai terasa di tribun Metropolitano, sesuatu yang jarang terjadi musim ini.

Memasuki babak kedua, Diego Simeone mencoba mengubah keadaan dengan melakukan tiga pergantian pemain sekaligus. Tekanan demi tekanan dilancarkan, termasuk sundulan Alexander Sørloth yang hanya membentur mistar gawang. Atletico bahkan sempat mencetak gol bunuh diri lewat Diego Llorente, namun VAR kembali membatalkan gol tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Sukabumi Siapkan Lahan 10 Hektare untuk Pusat Pemerintahan Daerah Pemekaran

Diego Simeone mengakui situasi sulit yang dihadapi timnya. “Kami menguasai pertandingan, tapi sepak bola tidak selalu adil. Ketika peluang tidak menjadi gol, lawan akan menghukummu,” ujarnya.

Di sisi lain, disiplin dan ketenangan Betis menjadi kunci hingga peluit akhir dibunyikan. Manuel Pellegrini memuji respons anak asuhnya yang bangkit dalam waktu singkat. “Setelah kekalahan besar, yang terpenting adalah reaksi. Malam ini tim menunjukkan kepribadian dan keberanian,” kata Pellegrini.

Kemenangan ini memutus catatan buruk Betis yang selalu kalah dalam tujuh lawatan terakhir ke markas Atletico di LaLiga. Tambahan tiga poin juga menjaga posisi mereka di papan atas klasemen dan memperkuat ambisi menembus Liga Champions.

Bagi Atletico Madrid, kekalahan ini terasa lebih dari sekadar kehilangan rekor kandang. Jarak dengan pemuncak klasemen Barcelona kini semakin melebar, dan tekanan dalam perburuan gelar kian berat.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :