Search
Close this search box.

Moeldoko : Pengembangan Baterei Lithium Sejalan Komitmen Indonesia di COP26

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko, didampingi Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, dalam kunjungan ke produksi baterei lithium UNS, mendapatkan penjelasan dari Ketua PUI Baterai Lithium UNS, Prof. Agus Purwanto. /visi.news/tok suwarto

Bagikan :

VISI.NEWS | SOLO – Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko, memberikan apresiasi kepada Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang berhasil mengembangkan baterei lithium untuk mobil listrik yang kini sudah dalam proses produksi.

Menurut dia, keberhasilan tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia dalam pertemuan para pemimpin dunia ‘Conference Of Parties’ sesi ke-26 (CoP26) di Glasgow, Skotlandia, November lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menyatakan, Indonesia akan berupaya menekan emisi guna mengurangi dampak dari perubahan iklim global.
“Presiden sangat mendukung industri energi terbarukan. Ini merupakan momentum dan potensi bagi Indonesia untuk melompat lebih jauh lagi dalam industri kendaraan listrik. Apalagi setelah diterbitkan Perpres Nomor 55 tahun 2019, semua stakeholder langsung bergerak,” kata Moeldoko, ketika berkunjung ke Pusat Unggulan Iptek (PUI), Teknologi Penyimpanan Energi Listrik (PUI Baterai Lithium) UNS, di kampus UNS Kerten, Selasa (7/12/2021).

Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, di depan kepala staf kepresidenan, menjelaskan, UNS merupakan salah satu perguruan tinggi yang mengembangkan produksi baterei lithium.
“Riset mengenai pengembangan teknologi listrik, terutama baterai lithium sudah dilakukan sejak 2012. Baterei ini sudah diujicobakan pada sepeda listrik, motor listrik, dan mobil listrik. Melihat potensi ini, kami optimis, baterai lithium akan semakin berkembang di Indonesia,” ujar Prof. Jamal, sambil menyebut contoh penggunaan baterai lithium di UNS pada sepeda listrik dan mobil listrik yang digunakan setiap hari Jumat minggu pertama.

Ketua PUI Baterai Lithium UNS, Prof. Agus Purwanto, mengemukakan, baterai lithium hasil penelitian UNS kini telah diproduksi. Dia menyatakan, dalam proses pengujian baterei lithium ini diperlukan fasilitas yang sesuai dengan standar nasional.
“Sertifikasi baterei harus sesuai dengan kebutuhan nasional. Jadi, tidak menganut sistem yang berbeda dari yang di ujikan, sehingga yang diujikan tidak berbeda jauh dari yang dibutuhkan dalam skala nasional,” kata Prof. Agus dalam penjelasannya.@tok

Baca Juga :  Duka dan Empati Mengiringi Tragedi Kereta Bekasi

Baca Berita Menarik Lainnya :