Search
Close this search box.

Normalisasi Sungai Citarik Diharapkan Masuk Program Kerja 100 Hari Bupati Bandung Terpilih

Saepul Azhari, Kepala Desa Haurpugur./visi.news/budimantara.

Bagikan :

VISI.NEWS – Saepul Azhari, Kepala Desa Haurpugur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berharap penanggulangan dan penanganan bencana banjir rutin dari luapan Sungai Citarik di sejumlah RW Desa Haurpugur menjadi skala prioritas program kerja 100 hari bupati dan wakil bupati Bandung terpilih.

Saepul menilai, sudah bertahun-tahun ratusan warga di desanya menjadi korban langganan banjir luapan Sungai Citarik.

“Kami berharap penanggulangan banjir di Desa Haurpugur masuk program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bandung terpilih, setelah pasangan ini dilantik mendatang,” kata Saepul Azhari kepada VISI.NEWS. di sela-sela kegiatan monev di Kelurahan Rancaekek Kencana, Kecamatan Rancaekek, Rabu (3/3/ 2021).

Saepul Azhari pun mengungkapkan, permasalahan banjir di Desa Haurpugur tersebut sudah menjadi bencana rutin setiap memasuki musim hujan. Warga setempat berharap ada penanggulangan cepat dari pemerintah terkait.

“Ratusan kepala keluarga terkena dampak banjir dari luapan Sungai Citarik,” ujar Saepul Azhari.

Ia berharap kepada jajaran Pemkab Bandung maupun anggota DPR RI asal Dapil Kabupaten Bandung bisa mendorong pelaksanaan atau pengerjaan normalisasi Sungai Citarik yang masuk kawasan Desa Haurpugur, Nanjungmekar, dan Desa Bojongsalam yang dilalui aliran Sungai Citarik. Termasuk Desa Panenjoan Kecamatan Cicalengka harus menjadi skala prioritas dalam penanganan normalisasi Sungai Citarik.

“Ada beberapa kilometer lagi aliran Sungai Citarik yang belum dinormalisasi, khususnya yang mengarah ke hulu Sungai Citarik yang masuk kawasan Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Dikatakan Saepul Azhari, kondisi aliran Sungai Citarik sudah sangat memprihatinkan karena selain sempit dan dangkal, juga kapasitas penampung aliran sungainya sudah tak mampu lagi menampung aliran air di saat turun hujan.

“Akibatnya, permukiman warga di Desa Haurpugur menjadi korban banjir luapan Sungai Citarik,” ujarnya.

Baca Juga :  Penembak Gala Gedung Putih Ternyata Seorang Guru

Setiap kali turun hujan di hulu sungai tersebut yang masuk kawasan Gunung Masigit Kareumbi, imbuhnya, warga di Desa Haurpugur selalu siap siaga karena warga yang menjadi langganan bencana banjir sudah bisa mewaspadai atau mengantisipasi ancaman banjir tersebut.

“Kalau aliran Sungai Citarik meluap, aliran airnya itu lumayan deras. Bahkan akses jalan utama di Desa Haurpugur pun kerap terendam banjir dan tidak bisa dilalui kendaraan,” ujarnya.

Saepul Azhari berharap, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum menjadikan aliran Sungai Citarik program skala prioritas penanganan banjir melalui upaya normalisasi.

“Adanya pengerjaan normalisasi Sungai Citarik sudah menjadi harapan masyarakat, terutama warga yang selama ini menjadi korban banjir,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, akses Jalan Raya Cicalengka, yang melintasi aliran Sungai Citarik kerap terendam banjir mencapai 1 meter. Akses jalan tersebut tak bisa dilalui kendaraan sehingga dikeluhkan para pengendara. Selain sarana dan prasarana ekonomi masyarakat dan sarana pendidikan turut terendam banjir, juga sejumlah rumah warga tak luput dari terjangan banjir. @bud

Baca Berita Menarik Lainnya :