Search
Close this search box.

Nurdin Halid: Pengumuman Capres Golkar Terlambat

Nurdin Halid. /visi.news/hasyim

Bagikan :

VISI.NEWS – Dalam forum Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Partai Golkar di Gedung DPP Partai Golkar, Jakarta, 5-6 Maret 2021 lalu, ditegaskan kebulatan tekad Partai Golkar untuk menjadikan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (AH) sebagai Calon Presiden pada Pemilu Presiden 2024 mendatang.

Pengumuman Capres Airlangga Hartarto ini disebut-sebut terlalu dini karena Pemilu Presiden masih jauh dan juga bangsa ini masih memfokuskan energi untuk menyelesaikan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Namun bagi Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Nurdin Halid, pengumuman Capres Golkar ini sudah terlambat.

“Menurut saya terlambat, harusnya pada Munas (Musyarawah Nasional Partai Golkar tahun 2019) kemarin sudah diputuskan pencapresan Pak Airlangga,” kata NH, demikian dia biasa disapa, saat mengomentari hasil Rapimnas Golkar di Jakarta, kemarin.M

Mantan Ketua Umum PSSI  ini mengibaratkan, pada tahun 2024 tidak ada incumbent sehingga medan pertempuran menjadi luas layaknya mencari ikan di laut lepas. “Kalau kita hendak mencari ikan di laut lepas, maka persiapannya mesti matang. Kalau sekarang ini kan sudah terlambat, tetapi tentu lebih baik daripada nanti baru diumumkan di ujung,” katanya.

Dia yakin bahwa Capres Golkar akan mendapat tempat di hati rakyat karena Ketua Umum Golkar sudah memiliki program untuk membangun partai yang modern, mendidik kader yang mumpuni melalui pelatihan di Golkar Institute, serta menyiapkan industri 4.0 untuk menghadapi revolusi digital.

Selain itu, dia menambahkan, Partai Golkar juga memiliki konsep Negara Kesejahteraan yakni konsep negara menuju 100 tahun Indonesia emas, yakni tahun 2045. “Konsep ini sudah menjadi cetak biru Partai Golkar,” ujarnya menegaskan.

Hal lain yang dinilai NH akan memberikan simpati dan empati kepada Capres Golkar adalah model kepemimpinan Airlangga Hartarto yang dingin, berkarakter, lebih banyak kerja daripada bicara, serta memiliki kepemimpinan yang humanis.

Baca Juga :  Tragedi Kereta Bekasi Timur, Sujatmiko Soroti Sistem Keselamatan dan Perlintasan Ilegal

Menyinggung soal tugas berat Airlangga Hartarto sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Nurdin menilai apa yang dilakukan Airlangga sudah on the right track. Program pemulihan kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional kini sudah menunjukkan tanda positif.

“Sebelum ada program vaksin jumlah kasus Covid-19 secara nasional ada di angka dua digit, antara 11 sampai 13 ribu. Tapi begitu program vaksin berjalan, angkanya turun sampai lebih dari setengahnya. Ini tentu merupakan keberhasilan Pemerintah, yang dalam konteks ini dipimpin oleh ketua umum kami,” demikian Nurdin Halid.@sim

Baca Berita Menarik Lainnya :