VISI.NEWS – Pascarapid test massal terhadap 329 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Kecamatan Cileunyi, Kabupatèn Bandung jelang Pilkada Bandung 9 Desember mendatang, 6 orang di antaranya reaktif.
Ke-329 PTPS yang tersebar di 6 desa di Kecamatan Cileunyi ini secara massal menjalani rapid test di halaman Kantor Kec. Cileunyi Rabu (25/11/2020) pagi hingga siang.
Petugas medis yang dilibatkan dalam rapid test tersebut dari Puskesmas Cileunyi, Cibiruhilir, dan Puskesmas Cinunuk.
Kepala Puskesmas Cileunyi, dr. Endang yang turun langsung melakukan rapid test membenarkan bahwa 6 dari 329 PTPS yang telah di-rapid test tersebut hasilnya reaktif. Keenam PTPS tersebut langsung melakukan swab test.
“Keenam orang PTPS yang reaktif tersebut langsung di-swab test dan diharuskan isolasi mandiri selama 14 hari,” katanya ketika dikonfirasi VISI.NEWS via telepon selulernya Rabu (25/11/2020) sore.
Menurut Endang, meski ke-6 orang PTPS tersebut pascarapid test dinyatakan reaktif, belum tentu positif terpapar Covid-19 sebelum diketahui hasil swab test.
“Hanya saja jika hasil rapid test reaktif harus ditindaklanjuti dengan swab test dan isolasi mandiri,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kec. Cileunyi, Novi Rizal Umam membenarkan juga bahwa dari 329 PTPS di Cileunyi yang telah di-rapid test massal 6 orang di antaranya reaktif.
“Benar, setelah mendapat laporan dari penanggung jawab rapid test massal petugas medis, 6 orang PTPS di antaranya reaktif,” kata Novi.
Menurut Novi, ke-6 orang yang reaktif pascarapid test tersebut langsung di-swab test.
“Ya sesuai petunjuk petugas medis, selain ke-6 harus di-swab test, mereka pun harus isolasi mandiri selama 14 hari,” katanya.
Menurut Novi, setelah rapid test massal terhadap 329 PTPS, rapid test massal pun akan digelar terhadap para petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) se Kec. Cileunyi.
“Jika tak ada kendala, rapid test massal terhadap anggota KPPS akan dilaksanakan esok, Kamis (26/11/2020), dan berharap lancar,” harap Novi. @yas