VISI.NEWS – Peneliti di India mempelajari 304 orang dengan gejala & memeriksa penglihatan mereka.
Mereka menemukan pemakai lensa cenderung tidak tertular virus karena mereka lebih jarang menyentuh wajah.
Mereka mengatakan, risiko Covid-19 sekitar dua hingga tiga kali lebih sedikit pada pemakai kacamata. Pemakai kacamata cenderung tidak tertular Covid-19 karena mereka lebih jarang menggosok mata, menurut sebuah penelitian sebagaimana dilansir dari dailymail.co.uk., Minggu (21/2/2021).
Penelitian di India mempelajari 304 orang berusia antara 10 dan 80 yang melaporkan gejala virus yang ditanyai tentang penglihatan mereka. Sembilan belas persen mengatakan mereka memakai kacamata hampir sepanjang waktu yang mengarah pada temuan yang menunjukkan bahwa mereka yang memakai kacamata selama delapan jam sehari cenderung tidak tertular virus corona.
The Sunday Telegraph melaporkan penelitian tersebut mengatakan: “ Studi tersebut menunjukkan bahwa risiko Covid-19 sekitar dua hingga tiga kali lebih sedikit pada populasi yang mengenakan kacamata daripada populasi yang tidak mengenakannya. ‘Seseorang memiliki kebiasaan menyentuh wajahnya rata-rata 23 kali dalam satu jam dan matanya rata-rata tiga kali per jam,’ ‘Penggunaan kacamata dalam jangka panjang dapat mencegah sentuhan dan gesekan mata berulang kali.’

Apakah kacamata menurunkan risiko Covid-19?
Studi menemukan pemakai kacamata lima kali lebih kecil kemungkinannya untuk didiagnosis dengan virus corona dibandingkan masyarakat umum.
Tim dari The Second Affiliated Hospital of Nanchang University mengatakan mereka percaya ini karena reseptor ACE-2, yang dilekatkan virus untuk masuk dan menginfeksi sel manusia, dapat ditemukan di mata. Tim mengatakan, orang-orang yang memakai kacamata, lebih kecil kemungkinannya untuk menyentuh wajah mereka dibandingkan mereka yang tidak memakainya.
Studi tersebut mengikuti studi lain dari China yang memiliki temuan serupa tahun lalu. Studi tersebut mengikuti studi lain dari China yang memiliki temuan serupa tahun lalu.
Para penulis menulis: ‘Temuan utama kami adalah bahwa pasien dengan Covid-19 yang memakai kacamata dalam waktu lama setiap hari relatif jarang terjadi, yang bisa menjadi bukti awal bahwa pemakai kacamata sehari-hari kurang rentan terhadap Covid-19. Mata dianggap sebagai saluran penting SARS-CoV-2 untuk masuk ke dalam tubuh manusia.
Bagi pemakai kacamata sehari-hari, yang biasanya memakai kacamata pada acara-acara sosial, memakai kacamata dapat menjadi faktor pelindung, mengurangi risiko penularan virus ke mata dan menyebabkan pemakai kacamata harian jangka panjang jarang terinfeksi Covid-19.@mpa