Pembelajaran Daring Tidak Maksimal, PGRI Kab. Bandung Punya Solusi

Editor Ketua PGRI Kab. Bandung, H. Adang Safaat./visi.news/ki agus.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS — Pembelajaran daring di masa pandemi covid 19 ini tidak mungkin bisa mencapai maksimal, karena keterbatasan waktu orang tuanya sebagai pendamping anak, ketidak adaan kuota, bahkan sinyal pun cukup mempengaruhi kegiatan pembelajaran anak. Sehingga untuk dikatakan maksimal, masih cukup jauh bila dilihat dari kenyataan sekarang.

Malah dengan meningkatnya warga terkonfirmasi covid 19, dikatakan Ketua PGRI Kab. Bandung, H. Adang Safaat, Guru Kunjung sudah mulai dikurangi aktivitasnya karena selain harus ekstra waspada, ada ketakutan terpapar pandemi. Jadi saat ini kunjungannya terpaksa harus dikurangi dahulu hingga keadaan bisa memungkinkan.

Dia menambahkan, Kenyataan dan sekarang tentang Disrupsi Covid 19, kegiatan belajar jarak jauh menjadi satu-satunya cara yang harus di adopsi. Pemanfaatan teknologi informasi, komunikasi, dan internet menjadi keniscayaan.

“Dan peserta didik milenial relatif lebih siap, jadi guru tidak ada pilihan lain selain harus belajar adaptasi,” katanya di PGRI Katapang, Senin (1/2/2021).

Kunci dari semua permasalahan tersebut divisualisasikan melalui motivasi diri (tanggung jawab moral), dan kemampuan (kompetensi). Caranya adalah belajar sambil melakukan (learning by doing). Juga harus mau belajarnya dari orang lain dengan memanfaatkan dunia siber (youtube, google, internet, dan media sosial).

Untuk mengejar ketinggalan itu, dia mengemukakan, semua pihak terkait di PGRI merancang proses pembelajaran jarak jauh berbasis TIK. Memilih metode pembelajaran berbasis TIK yang paling sesuai dengan kondisi. Menyusun strategi pembelajaran yang akan diselenggarakan. Mengembangkan bahan ajar secara cepat dan tepat. Menyelenggarakan proses belajar mengajar secara efektif dan menarik. Melaksanakan proses evaluasi pembelajaran secara benar. Menyempurnakan strategi dan proses pembelajaran secara bertahap.

“Proses belajar mengajar tidak boleh berhenti, Guru menjadi arsitek proses pembelajaran jarak jauh berbasis TIK, Tidak ada yang perlu ditunggu, pergunakan apapun yang ada dan dimiliki untuk menjalankan proses pembelajaran. Tidak perlu takut salah atau gagal, karena kesalahan dan kegagalan merupakan bagian dari proses belajar. Mulailah dari diri dan lingkungan sendiri tidak perlu memikirkan hal-hal yang di luar kendali,” ujarnya.

Baca Juga :  Maura, Putri dari Politisi Golkar Nurul Arifin Meninggal Dunia

Persekolahan PGRI harus menjadi pelopor pencegahan melalui kebijakan bekerja dan belajar dari rumah, serta mengutamakan keselamatan warga sekolah dengan menjaga hidup sehat dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dia merekomendasikan salah satu aplikasi yang ada dalam Microsoft office 365. Aplikasi itu adalah aplikasi Sway dan sangat cocok untuk Pembelajaran Jarak jauh ( PJJ) di masa Pandemi Covid-19 ini. Juga merupakan aplikasi yang sangat bagus dalam membuat sebuah story telling dengan tampilan yang menarik dan mudah digunakan apalagi bagi seorang guru yang menginginkan pembelajaran yang mudah dan dapat dipahami siswa.

Disamping mudah digunakan, ditambahkan dia, aplikasi Sway juga mudah dalam membuatnya. Dalam aplikasi Sway ini semua dapat menampilkan teks, gambar, video dan link soal (kuis dari aplikasi lain) seperti aplikasi form. Penggunaan aplikasi google form dalam pembelajaran jarak jauh terutama dalam proses pengambilan nilai siswa dapat sangat mudah membantu seorang guru apalagi disaat masa Pandemi Covid-19 ini dan syaratnya siswa dan guru memiliki jaringan internet dan kouta yang cukup.

“Guru dan siswa bisa berada di rumah saja mengerjakan soal dan pengaturan waktu pelaksanaan serta skor nilai sudah bisa diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan dan terjamin kerahasiaannya,” dia menjelaskan.

Adang mengajak bagi guru-guru di Kabupaten Bandung mari gunakan aplikasi google form ini untuk memaksimalkan proses pembelajaran di kelas atau Pembelajaran Jarak Jauh sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal juga. @qia.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Kapolri dan Harapan Publik

Sen Feb 1 , 2021
Silahkan bagikanOleh H.Jaenudin.S.Sos AKHIRNYA pada 27 Januari 2021 Jenderal Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dilantik menjadi Kapolri, sekaligus sudah menyandang pangkat jenderal polisi, dan pelantikan, dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Negara. Sebelum dilantik, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, telah menjalani fit dan proper test, pada 20 Januari […]