Search
Close this search box.

Pembiayaan Aksi Gangster di Semarang Ternyata Berasal dari Situs Judi Online

Ilustrasi gangster./visi.news/ngopibareng.id

Bagikan :

VISI.NEWS | SEMARANG – Aparat kepolisian mengungkap bahwa kegiatan gangster yang semakin meningkat di Semarang dalam beberapa waktu terakhir ternyata mendapatkan dukungan finansial dari situs judi online. Dana yang digunakan berkisar antara Rp 5 hingga 8 juta setiap bulannya.

“Ditemukan adanya pembiayaan beberapa gangster oleh situs judi online,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar.

Berdasarkan pengakuan dari tiga tersangka yang terlibat dalam kelompok gangster. Ketiga individu yang ditangkap adalah Muhammas Iqbal Samudra (22) dari Bandarharjo, Semarang; Muhammad Alfin Harir (19) yang berasal dari Bangetayu Wetan; dan Sandy Wisnu Agusta (23) yang tinggal di Pringgodani, Semarang.

“Situs-situs bekerja sama dengan Tersangka Iqbal. Melalui Iqbal, mengalir pembiayaan ke beberapa gangster, antara lain gangster Alstar, Young_street_404, Teamdadakan, dan Teammasok,” ungkap Irwan.

“Alfin ini admin akun gangster Teammasok, Sandy admin Teamdadakan, Iqbal admin Alstar dan Youngs_street_404,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, para tersangka menerima dukungan dana berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 8 juta setiap bulannya. Selain itu, berhasil disita uang sejumlah Rp 48 juta yang digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari pembelian minuman keras hingga penyewaan vila untuk rekreasi.

“Sudah temukan dana digunakan untuk pengobatan saat tawuran, antara lain yang duel di Jalan dr Cipto. Kemudian meeting rekreasi sewa vila, beli atribut kelompok dan beli miras,” tegasnya.

Polisi tengah menyelidiki asal muasal pendanaan yang terkait dengan aksi tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang berada di atas para tersangka. Irwan menambahkan bahwa keberadaan kelompok gangster itu dimaksudkan untuk mengganggu keamanan jelang pemilihan kepala daerah. Ia juga menegaskan bahwa situasi ini berhubungan dengan keterlibatan siswa SMK dalam aksi demonstrasi mahasiswa.

Saat ini, pihak kepolisian sedang mencari tahu siapa yang mengorganisasi gerakan ini. Selain itu, mereka juga berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir akses ke situs judi online yang terlibat.

Baca Juga :  Banjir Langganan di Pamuruyan Sukabumi, 20 Rumah Terdampak

“Kita kejar, butuh beberapa langkah untuk jerat layer di atasnya,” ungkap Irwan. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :