VISI.NEWS | SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi, akan mengevaluasi seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, hal ini dilakukan setelah terjadinya empat kasus keracunan makanan di Kabupaten Sukabumi yang terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keempat insiden tersebut terjadi di Kecamatan Cidolog, Parakansalak, Cibadak, dan Palabuhanratu selama Agustus hingga September 2025.
“[Dapur] MBG yang ada di kita itu sudah jumlahnya sekitar 123-an, berarti semuanya harus dievaluasi. Keseluruhannya kan 262 [dapur] yang harus ada di Kabupaten Sukabumi. Sekarang emang mungkin kejadian-kejadian itu harus jadi bahan evaluasi kita,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, Kamis (25/9/2025).
Lebih lanjut, Ade menegaskan bahwa sejak awal pelaksanaan program, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengingatkan seluruh pengelola dapur SPPG agar memperhatikan setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan, yang semuanya harus memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.
Ia menambahkan, melalui rapat evaluasi tersebut, pemerintah akan mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki untuk mencegah kejadian serupa.
“Kita akan rapatkan [dapur] MBG-MBG secara keseluruhan, kita kan berpesan pada waktu pembukaan bahwa harus menjaga kebersihan makanannya jangan sampai sampai terjadi. Mereka sudah bersiap-siap menjaga, tapi kenyataannya masih ada [kejadian]. Oleh karena itu Insya Allah kita akan rapatkan, untuk evaluasi secara keseluruhan,” ujarnya.
Sementara itu, selama Agustus dan September telah terjadi empat kasus keracunan makanan yang diduga terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden tersebut terjadi di Kecamatan Cidolog pada 6 Agustus, Parakansalak pada 22 Agustus, Cibadak pada 12 September, dan yang terbaru di Palabuhanratu pada 24 September.
Kasus keracunan dialami oleh para siswa setelah mengonsumsi makanan program MBG di sekolah. Pada tiga kejadian yakni di Kecamatan Cidolog, Kecamatan Parakansalak, dan Kecamatan Cibadak, penanganan dilakukan oleh Puskesmas setempat. Sementara itu, dalam kasus di Kecamatan Palabuhanratu, beberapa siswa harus dirujuk ke RSUD Palabuhanratu. @andri